Gardening, yuk !

Minggu ini aku niatkan untuk menyemangati diri berkebun. Kalau 2 minggu sebelumnya ada hubungannya dengan interaksi atau kebutuhan keluarga, kali ini untuk kebutuhanku.

Jujur saja adaptasi ini ternyata tidak sekedar sosial masyarakat, makanan dan juga cuaca. Tapi ada hal-hal yang terbiasa dialami bertahun-tahun dan kemudian ketemu hal yang jauh berbeda lalu gemes banget seperti ndak sabar.

Iya itu urusan berkebun dan menanti tanaman tumbuh. Nyatanya sekalipun di Indonesia apa saja dan kapan saja bisa jadi waktu tanam, namun pertumbuhan yang ada tidak secepat saat musim semi. Yah, kekurangannya kita ga boleh malas dan kalah cepat dengan musim tanam yang datang hanya 1x setahun itu.

Aku mulai membersihkan sedikit lahan yang dijadikan tempat menumpukbatu bata sisa yang sayang dibuang khawatir butuh dalam jumlah sedikit. Jadilah ide untuk membuatnya undakan tangga untuk tempat tanaman keperluan dapur.

Iya, aku berencana sekalipun dengan lahan sempit bisa „grow your own food” , setidaknya bumbu dapur yang simple pun bisa disediakan fresh.

10 tahun yang lalu saat meninggalkan rumah ini, sudah sangat berbeda rasanya. Dulu, pikirannya hanya tanaman hias dan banyak memenuhi pekarangan biar lebih hijau. Terdengar kaku atau mainstream memang. Sejak di sana yang hanya 1x masa tanam dan mengalami yang namanya kalau kita malas ya ga akan ada persediaan makanan untuk winter. Apalagi ditambah dengan kanan kiri depan belakang warga Jerman, sekalipun sudah menjelang usia yang tidak lagi muda, selalu semangat berkebun dan memanfaatkan karunia Allah di musim semi ini. Sekalipun kondisi mereka sangat mudah membeli di SPM dan mampu tentu saja, tetaplah yang fresh dari kebun itu yang sehat dan ma shaa Allah banget.

Semangat berkebun !



Leave a Reply


error: Content is protected !!