Tag: visa kumpul keluarga jerman

Surat Undangan Visa Kumpul Keluarga

Surat Undangan Visa Kumpul Keluarga

Surat sakti berstempel Ausländerbehörde merupakan salah satu dari sekian berkas penting yang diperlukan untuk pengajuan visa Jerman (Dalam hal ini saya membahas,  pengajuan Visa Kumpul Keluarga ke Jerman).

Ukuran Luas Wohnung atau Tempat Tinggal

Ukuran Luas Wohnung atau Tempat Tinggal

Bukti  kepemilikan/ kontrak sewa tempat tinggal dengan luas yang memnuhi syarat tinggal di Jerman sangat mutlak diperlukan untuk mengajukan Visa Kumpul Keluarga (Visa Nasional) Jerman.

Visa Kumpul Keluarga ke Jerman

Visa Kumpul Keluarga ke Jerman

Sebelum membaca artikel ini, sebaiknya membaca ini dulu….

Bismillahirrahmanirrahiiim…

sudah lama ingin nulis sharing pengalaman bagaimana bisa berkumpul keluarga di Jerman. Aku seorang istri dari calon Phd yang berstatus student (di Jerman seorang calon Phd bisa juga berstatus sebagai Mitarbeiter/ pekerja) dan mempunyai 2 orang anak.

Suami mendapatkan Stipendium/ Beasiswa dari Dikti yang memang tidak memiliki wewenang/ surat sakti untuk bisa membawa keluarga berkumpul di  Jerman. Jika kamu pemegang beasiswa DAAD maka satu point lebih, DAAD bisa memberikan surat sakti khusus untuk membawa keluarga dan pihak Kedutaan Jerman di Jakarta tentunya akan meloloskan visa kumpul keluarga. Namun, Beasiswa ini terbatas untuk beberapa bidang research/ studi, jadi hanya orang bidang tertentu yang dapat mendaftar beasiswa ini, informasi detail silahkan cek disini.

 

Dikarenakan beasiswa Dikti yang tidak memiliki surat sakti untuk menjamin keluarga bisa berkumpul, tentunya memberikan konsekuensi 50:50 untuk bisa berangkat ke Jerman, tapi inshaaAllah yakin hanya pada Allah, niat baik untuk berkumpul keluarga akan punya jalannya sendiri.

Manusia boleh menghalangi dengan cara apapun, bukankah Allah yang punya kehendak? Jadi Yakin hanya kepadaNya….

 

Awal suami mendapatkan keputusan Phd dan beasiswa hingga hari keberangkatan sangat singkat, sekitar 4 bulan. Bulan Oktober 2012 suami berangkat ke Jerman dari Bandara Soetta dan aku tidak bisa mengantar karena baru melahirkan anak kedua dan si kecil sekitar umur 5 bulan.

Sebelum suami berangkat, walau kami pun belum yakin bisa berkumpul atau tidak, kami mengurus segala legalisasi berkas pernikahan, akte kelahiran dsb terlebih dahulu. Jadi saat suami sudah berangkat aku hanya konsen pada ujian Bahasa Jerman level A1 dan beberapa berkas yang diperlukan saat mendaftar visa kumpul keluarga, termasuk legalisasi akte kelahiran dan akte nikah di kedutaan Jerman.

Legalisasi kedutaan aku lakukan menjelang pendaftaran visa, karena menurutku hal ini akan dilakukan jika kami ber3 benar benar bisa menyusul ke Jerman.


error: Content is protected !!