Blended Learning, yuk !!!

Blended Learning, yuk !!!

“Whoever learns something in the name of Allaah, seeking that which is with Him, he will win. And whoever learns something for other than Allaah, he will not reach the goal, nor will his acquired knowledge bring him closer to Allaah.” [Hasan Al Basree, related by Ibn Al-Jawzee]

Overview

 

Menjawab tantangan di era digital saat ini, sumber ilmu, belajar tidak lagi harus menunggu bertemu di tempat dan waktu yang sama. Derasnya arus informasi di era digital ini, membuat perubahan sistem belajar dan mengajar lebih variatif dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Siapapun bisa belajar, dengan tanpa batasan minimal atau maksimal umur dan siapapun bisa mengajar dengan audiens yang luas.

source https://de.wikipedia.org/wiki/Integriertes_Lernen

Jika sebelumnya belajar mengajar adala kegiatan formal/ non formal di dalam sebuah ruangan, face to face dan 2 arah komunikasi. Lalu kemudian meningkat menjadi e-learning, seseorang bisa belajar di mana saja, kapan saja melalui berbagai media sarana belajar dan lebih menekankan pada self learning tanpa fasilitator/ guru. Atau ada lagi yang namanya M-Learning, memanfaatkan mobile learning yang memanfaatkan perangkat mobile phone, PDA atau tablet.

Lalu bagaimana jadinya apabila sistem ini semuanya bergabung jadi satu kesatuan? Fasilitator ada, kurikulum ada, pembelajarnya ada, waktu, tempatnya fleksibel dan sumber belajar yang unlimited. Inilah yang disebut dengan BLENDED LEARNING.

Dalam BL ini guru berperan sebagai fasilitator, yakni tidak selalu ilmu bersumber darinya melainkan dari luar dan sifatnya unlimited. Disebut fasilitator di sini karena memang perannya adalah menggali potensi setiap peserta sesuai dengan kekuatan potensi yang dimiliki, sehingga memunculkan makna “I know you know, let’s discuss….”

Dan kembali pada fitrahnya belajar, “I didn’t teach you, we learn together…”

Berbicara soal pemanfaatan teknologi, tak lepas dari syarat teknis tentunya, baik di kedua belah pihak. Seperti jaringan internet lancar, perangkat lunak dan keras, space yang cukup dan tentu kecepatan akses. Fasilitas ini tidak disediakan oleh penyelenggara tetapi sifatnya mandiri bagi semua yang terlibat di dalamnya. Inilah cost paling besar yang dikeluarkan, selain cost utama mengikuti pembelajaran. Tentunya biaya ini sangat variatif.

Efektifitas, efisien dan dengan cakupan yang luas, Blended Learning ini mampu memberikan kenyamanan dalam sebuah “suasana belajar”. Sumber belajar yang dapat dipertanggungjawabkan serta adanya prinsip sharing is caring, seperti menyusun puzzle-puzzle kecil menjadi sebuah kesatuan.

And the last but not a least, it’s like a highway for learner to become master and Homeschooling should be so fun and easier…

“Knowledge is three hand-spans: the first breeds arrogance, the second breeds humility, and in the third, you realize you know nothing.” [Sufyaan Ath Thawre]

Save

Save

Save



Leave a Reply


error: Content is protected !!