Teaching Financial Planning to be Financial Freedom? (2)

Perjalanan untuk bebas finansial atau menjalankan financial planning ini tentunya banyak sekali tantangannya dan benar-benar disiplin serta berani menentukan sikap.

Pernah ga sih terlintas di pikiran kita…
Wah kalau sudah disiplin gini, susah dong traktir traktir ?
Nanti dibilang pelit gimana? Kan kadang banyak tuh yang suka nodong sesuatu untuk minta beli ini itu, dsb dan biasanya lingkungan keluarga terdekat…

I’ve been there…
Kita ga mungkin memaksakan diri royal seperti orang lain, jika ternyata tidak mampu
Jangan sampai kita bela belain dan kemudian berhutang riba, tentu ini namanya memaksakan kemampuan

Jadi berani apa adanya, kalau kita mampu dan ada kelebihan, boleh banget, inshaaAllah berkah
Tapi kalau terus terusan…eheeemmm…

“Utamakan kebaikan di mata Allah” itu saja…


Oke, kali ini aku mau bahas poin poin pengeluaram yang sudah aku tuliskan, di postingan sebelumnya.

  1. Zakat
    Kenapa pertama? Karena DIA yang utama, yang MAHA KAYA.
  2. Ada rizki orang lain dalam rizki kami
    Segitunya banget sampai dianggarkan gini?
    Semata biar rapih dan tidak mengganggu pos pos pengeluaran yang lain. InshaaAllah sedekah dalam hal kebaikan apalagi di jalan dakwah itu baiiiik.
  3. Pembayaran Wajib/ Iuran/ Penyelesaian Hutang (Kami sedang berusaha menghilangkan riba, mohon doanyaaa…)
    Ini termasuk di dalamnya bayar A, B, C dan D, alias rutinan tiap bulan yang berupa tagihan. Masih digandrungi tagihan kredit yang ada riba? Yuk, sama sama kita saling mendoakan biar segera Allah mampukan untuk melunasinya, aaamiiinnn…
  4. Investasi
    Masa depan, dunia dan akherat. Banyak banget contohnya, misal beli buku, belajar sesuatu, property bergerak, ikut serta membangun masjid/ pengajian atau juga yang lainnya
  5. Biaya Hidup
    Besarnya biaya ini, tentunya tergantung gaya hidup. Hmmm… aku dan ayah cukup setipe sih soal ini. Untuk gaya hidup kami biasa saja, santai dan sederhana. Prinsipnya, beli yang butuh dan fungsional bukan keinginan dan biar terlihat gaya. Utamakan keamanan sesuai fungsinya… *berasakayaiklan

Nah, poin pon di atas inilah pos pengeluaran yang dianggarkan, jadi pemasukan yang ada dikeluarkan untuk beberapa pos ini. Lalu jika ada sisa, ditabung. Ada hal yang menarik. Jadi sedari dulu, aku menyisihkan untuk tabungan, bener bener seperti ngencengin ikat pinggang, pokoknya harus NABUNG. Besarannya pun hingga mencapai nominal yang aku sepakati dengan suami. Nah kalau sudah sampai limitnya, kami seperti mampu bernafas lega ga mikirin lagi soal uang, jadi tinggal jalan aja seperti biasa sesuai pos pengeluaran di atas.

Aku melakukan ini, juur saja belum faham benar tentang financial planning and financial freedom. Serius deh. Beneran. Semata mata melakukan itu supaya kami tidak terlibat hutang. Takut…
Kekhawatiran hutang ini udah pernah aku ceritain juga di blog ini. Pokoknya jangan sampai deh ngutang, inshaaAllah…

Ternyata setelah baca baca tentang financial freedom, memang sebaiknya kita menyisihkan tabungan hingga sebesar 12 bulan kali pengeluaran rutin kita. Jadi tabungan untuk setahun hidup sekeluarga. Misalnya dalam sebulan pengeluaran pos pos di atas sebesar 5 juta, maka 12 x 5jt = 60jt, harus ada di tabungan sebagai dana segar yang mudah diambil.

Sampai segitunya ya, iyes!
Aku juga belajar sih, saat Ramadhan, kalau bisa kondisi Financial Freedom ini dimanfaatkan. Walaupun bulan tersebut sama sekali fokus ibadah saja, tidak bekerja (untuk wirausaha), tabungan ini tentu sangat bermanfaat. Lalu, bagaimana dengan yang kantoran? Ya monggo disesuaikan.

Bersyukur banyak informasi di internet yang sharing juga soal ini, dari dalam maupun luar negeri. Salah satu yang dari dalam ada Alodita yang dengan lugas tanpa ragu membeberkan gimana doi dan keluarganya menggunakan financial planner untuk mengatur keuangan mereka. Kalo LN, temen temen bisa cari dengan clue financial freedom atau juga buku buku Robert T. Kiyosaki.

Dari pemahaman inilah, aku dan suami memperkenalkan anak-anak tentang keuangan. Belajar menentukan sikap, mana kebutuhan dan keinginan, lalu apakah jajanan ini perlu dibeli, sehat atau tidak, dsb dsb…

#day2
#bunsayiip
#level8



Leave a Reply


error: Content is protected !!