Sudahkah menjadi pembeli yang cerdas?

Uhuks, aku sudah belum yaa… InshaaAllah masih belajar. Memberi tantangan untuk anak-anak soal ini tuh, seperti remedial diri sendiri, selain mengulang malah serta merta menggali kembali lebih dalam. Bagus dong yak ??

Melibatkan anak-anak memilah apa yang ingin dibeli dan mendampingi saat membuat keputusan adalah cara yang selama ini aku tempuh. Misalnya, ketika online shopping, aku ajarkan barang apa yang disukai dari website A, kemudian lihat di google perbandingan harga setiap toko, sehingga kita bisa mendapatkan barang yang sama dengan harga yang paling murah.

Atau memberitahu mereka, kapan waktu yang tempat belanja untuk pakaian Musim panas atau musim dingin, karena hal ini berkaitan dengan ukuran pakaian. Contohnya, pakaian musim panas yang dibeli tahun ini ternyata tahun depan sudah tidak muat lagi, padahal hanya dipakai sebentar saat musim panas. Atau juga, bajunya sudah cukup tapi tidak sesuai dengan musimnya. Jadi memilih pakaian 1 nomor di atasnya yang dipakai saat ini.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk membeli?

Kalau kebutuhannya tidak terlalu urgent, aku ajak mereka untuk memanfaatkan momen Sommerschlussverkauf (SSV) dan Winterschlussverkauf (WSV). SSV ini waktunya saat minggu terakhir bulan Juli hingga minggu pertaman bulan Agustus, sedangkan WSV waktunya saat minggu terakhir Januari hingga minggu awal Februari. Biasanya saat waktu waktu tersebut, barang barang musim panas benar benar di sale besar-besaran karena tidak terpakai di saat musim dingin dan kondisi ukuran yang sudah tidak lengkap lagi tentunya. Jadi harus pintar memilah.

Dari riset harga ini, anak anak mampu memahami bagaimana mengeluarkan uang dengan bijak.

#day4
#kelasbunsayiip
#level8



Leave a Reply


error: Content is protected !!