Mudah Memaafkan yuk !

Mudah Memaafkan yuk !
Kakak dan teteh yang udah ceria lagi bada sholat. Good Job, kids !!

Memiliki anak lebih dari 1, pasti pernah dong melewati “drama” ?
“drama” beneran, bukan Drama KOREA !! *eh

Instead of pertikaian, aku lebih senang menyebutnya dengan misunderstanding atau karena saking cintanya dengan si adik, kakaknya usil atau juga si kakak sedang sensitif atau sebaliknya, si adik yang sedang tidak bisa diganggu. Yang jelas, salah satu “power” nya sedang berada di titik terbawah (sudah kecapekan). Karena kalo nggak, pasti kan main gegulingan sambil ketawa-tawa.

Apa indikasi yang sangat terlihat?
Hehehe bisa jadi salah satunya nangis, trus mungkin ngadu ke bunda atau ayah, adanya pembelaan, lalu ikut nangis juga, teruuuuus dan seterusnyaaa…

Tarik nafas panjaaaaang…

Keluarkan perlahaaan…

Tahan emosi, ini ujian !!! *upss

Yang selalu diingat kalo lagi kejadian gini nih, ah mereka kan sedang siblings bonding, jadi akunya ga panik atau emosi deh. Mereka juga diberi ruang untuk menyelesaikan persoalannya sendiri. Kerap kali yang aku selesaikan bukan masalah yang mereka adukan, tapi lebih kepada „menanyakan perasaan“ masing masing anak.

Teteh kenapa nangis atau marah? Ada apa?

Kakak kenapa marah atau nangis? Ceritain dong? Ada yang salah?

Atau masalah cuaca, eh panas banget ya hari ini? Kita ke luar yuk, atau ke balkon yuk…

Nah, kalo sudah pertanyaan-pertanyaan di atas terlontar  dan menemukan jawabannya, agar satu sama lain tau kenapa salah satunya marahlalu kemudian pelukin deh satu-satu lalu bareng-bareng pelukan. Lalu ajak mereka saling meminta maaf dan memaafkan. Allah Maha Pemaaf (Al-Afuw) loh, yuk kita juga saling memafkan dan menjadi lebih baik !!

It may well be that Allah will pardon them. Allah is Ever-Pardoning, Ever-Forgiving. (Surat An-Nisa, 99)

Inget banget juga waktu ikut pelatihan “Pengasuhan anak dan Remaja” oleh Abah Ihsan di Frankfurt, Jerman. Beliau juga menekankan bahwasannya membiarkan anak-anak menyelesaikan masalahnya sendiri itu penting dan bukan berarti kita tidak peduli, karena kalau tidak, dikhawatirkan mereka tidak belajar dari kecil dan sampai besar tidak mampu  menyelesaikan masalah dari 2 kepala yang isinya berbeda. Tentunya ini mempengaruhi silaturahim dalam keluarga.

Berusaha mengajak mereka untuk bijak adalah pilihanku selama ini. Bahkan tidak jarang, di saat aku yang sedang down, anak menyemangatiku dengan bijaknya. Bukankah kita adalah partner belajar bersama di zaman ini.

Iya kali ini anak-anak lagi asik baca bareng, lalu main dan ga lama  kemudian kok nangis, pelukin deh satu-satu sambil menyelami perasaan masing-masing. Alhamdulillah ga lama kemudian adzan Zhuhur, setelah sholat udah berbeda 180, ceria lagi, main bareng lagi…

Ajakin mereka berwudhu, kalau emosi sangat meluap, lalu bersama-sama istighfar sebanyak-banyaknya hingga emosinya meredup. Semoga kelak mereka menjadi anak-anak yang bijak, lebih mengedepankan Al Quran dalam menyelesaikan masalah bukan emosi dan otot. Aaamiiin…

“…maka maafkanlah mereka dan lapangkanlah dada, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Maidah: 13)

 

#HariKe-7
#GameLevel7
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#materi7
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang

 

 



Leave a Reply


error: Content is protected !!