Aku belajar yang Aku Senangi, sesuai dengan Fitrahku

Aku belajar yang Aku Senangi, sesuai dengan Fitrahku

Deraskan maknamu
Buan Tinggikan Suara
Karena Hujanlah yang menumbuhkan bunga-bunga
Bukan petir dan gemuruhnya
(Syair bangsa Arab)

Kali ini aku sudah merencanakan untuk menyelesaikan urusan dapur sejak dini hari, iya, lebih cepat dari biasanya. Karena ingin santai dengan anak-anak kalau nanti sudah selesai. Rencana, ingin diskusi project kakak dan aktifitas sama teteh Aqi juga. So be early prepared is a must!!

Faktanya, ternyata ya, aktifitas suara “bejibaku” aku di dapur dan ketiadaan bunda di sebelahnya saat tidur, justru menjadi alarm paling baik dan manjuuuur. Kalo alarm bunyi, bisa langsung dimatiin, tetap ogah-ogahan untuk cepat beranjak bangun atau bahkan ga dengar sama sekali. Hmmm…

Tidak heran ya, predikat Ibu sebagai Al -Ummu madrasah Al-ula (Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya) bila engkau persiapkan dengan baik maka engkau telah mempersiapkan bangsa yang baik dan kuat”


Jadiiiiii ngomongsambilngaca , bersikap hati-hati di depan anak, mereka peniru yang paling baiiik, tahan emosi, tarik nafas yang dalam, sabar dalam menjelaskan dan membersamai keingintahuan anak-anak akan sesuatu hal.

Setelah setengah jam di dapur, tiba-tiba ada yang datang menghampiri, iya, siapa lagi kalau bukan yang baru bangun tidur. Menyapa, memeluk dari belakang, lalu mulai muncul rasa ingin tahu, kemdian ingin mencoba dan akhirnya mengambil bagian.

Tertarik melihat aku yang menyaring tepung dan coklat ke dalam adonan menggunakan flour sifter, lanjut ingin mencoba. Sambil memantik mantik supaya tepungnya jatuh ke bawah, doi memperhatikan bagaimana cara kerja alat ini. Ga hanya teteh, antusias pun juga datang dari kakaknya yang menghampiri dan ingin ikut ambil bagian. Aku cukup menjelaskan bagaimana cara kerjanya, apa yang harus dilakukan supaya tepungnya cepat dan banyak ke bawah, lalu kenapa perlu disaring tepungnya, dsb dsb

PR ku, terkadang penjelasan akhir ini yang singkat singkat saja tanpa mengindahkan pendapat anak-anak, apakah rasa ingin tahunya sudah terpenuhi semua atau belum. Intinya, aku seringnya terburu-buru ingin segera menyelesaikan dan membereskan dapur. Padahal, tidak ada kan syarat dari anak-anak dapur harus beres. Kalo bersih, inshaaAllah jelas dong ya, mereka ga nyaman kan dengan keadaan yang kotor dan sudah bisa ikut partisipasi ambil peran untuk membantu soal menjaga kebersihan. Apalagi sudah pernah diskusi tentang “Kebersihan adalah sebagian daripada Iman”.

From too much teaching to Learning Freedom, setiap anak bebas memilih obyek belajar yang menjadi minatnya dan sesuai dengan dirinya. Terlalu banyak intervensi dan dominasi justru bisa merusak gairah dan potensi anak
– Fitrah Based Education, Harry Santosa –

#tantangan_hari_ke6
#kelasbunsayiip3
#game_level3
#kami_bisa



Leave a Reply


error: Content is protected !!