Mendekatkan Peran Laki-laki di Umurnya yang 9 Tahun

Mendekatkan Peran Laki-laki di Umurnya yang 9 Tahun
pic source : donnabellas.com

Menjelang masuk persiapan pra Aqil baligh, aku dan ayah, sepakat untuk memulai kegiatan aktifitas kakak lebih cenderung kepada maskulin. Iya, kakak mulai diikutsertakan perannya untuk membantu aktifitas ayah, seperti memperbaiki sepeda, merakit barang, pertukangan, dsb.

Lalu, apakah tidak diperkenalkan dengan kegiatan yang berkaitan dengan bundanya?

Tidak juga.

Aktifitas ayah yang sifatnya membantu bunda dalam menyelesaikan urusan domestik, tentunya diajak juga, hanya kapasitasnya sebagian kecil, tidak harus, selalu dan sampai selesai. Peran ayah memberikan contoh tauladan bahwasannya laki-laki tidak enggan membantu bunda, menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, baik itu di dapur atau pun ruangan lainnya.

Memasuki umur 7-10 tahun adalah masa dimana mereka keluar dari perasaan ego sentris (perasaan yang lebih mementingkan ego pribadi dibandingkan dengan sekitarnya). Sehingga dalam rentang umur ini, lebih didekatkan dengan orang tua sesuai gendernya, memperkenalkan aktifitas feminim bagi anak perempuan dan maskulin bagi anak laki-laki.

I-got-an-idea  Tantangan kali ini merakit barang yang disiapkan untuk menyambut kelahiran adiknya, inshaaAllah.

Kakak berkoordinasi dengan ayah, ini untuk apa, bagian ini harus disatukan dengan yang mana, memasang mur, baut, kayu ini bagaimana caranya, dsb. Hingga memasang kain penutup pun dia memberikan ide masukan dan saling mengkoreksi, jika ada yang kurang tepat.

Istilah „kurang tepat“ selalu aku gunakan untuk menunjukkan kesalahan, karena sebenarnya anak-anak kan tidak ada yang salah, mereka sedang tahap belajar, jadi istilah ini lebih ditujukan sebagai encouragement words, agar mereka senantiasa tidak menyerah karena merasa kalah akibat julukan kata „salah“.

 

Kegiatan merakit ini tentunya membutuhkan daya nalar berpikir yang disebut sebagai IQ. Kemampuan menterjemahkan gambar ke dalam prakteknya untuk membangun sesuatu. Selain itu, kecerdasan EQ muncul ketika menyadari aku akan memiliki adik lagi dan ikut berperan membantu ayah mempersiapkan segala sesuatunya adalah rasa sayang sebagai kakak. Sedangkan SQ, kecerdasan spiritual dibangun dengan kerelaan meluangkan waktu dan mengurangi aktifitas bermain untuk membantu ayah.

Great Job, Kakak Afiqah !!   Approve

pic soubundaerce : IG bueroyyan

 

#tantangan_hari_ke2
#kelasbunsayiip3
#game_level3
#kami_bisa

Save

Save

Save

Save



Leave a Reply


error: Content is protected !!