Cleanliness is half the Faith (Emaan)

Cleanliness is half the Faith (Emaan)
pic source :iaspaper.net

Diskusi dengan anak-anak mengenai kebersihan, pastinya setiap hari dong ya…

Mereka risih juga kan dengan kotor, ga nyaman dan hal yang naluriah ingin merasakan bersih.
Tapi, hmmm kok pake tapi yak hahahaha….

Bergerak untuk membersihkan yang kotor itu, mau atau nggak?

Nah iniiii… Worry Happy-Grin

Prinsip di keluarga kita, semua memiliki peran membersihkan rumah. Tidak ART, tapi kita punya pembantu yang menggunakan listrik, ya kaaan… Jadi manfaatkan…

Apalagi sebentar lagi bunda akan melahirkan, kakak dan teteh harus siap siaga juga untuk membantu menjaga kebersihan rumah dan menggantikan beberapa aktivitas bunda.

Kita kan Team Work !!!
Yeaaaay !!! Who-s-the-man

Mengkaitkan belajar menjaga kebersihan bersama anak-anak, akan lebih terasa dengan menceritakan cerita menarik dari Hadist dan Al Quran. Karena “Kebersihan adalah sebagian daripada iman”.
Iya, agar mereka senantiasa tahu dan yakin, bahwasannya agama Islam yang kita yakini tidak hanya mengatur urusan ibadah tapi semua aspek kehidupan. Bahkan, untuk masalah menjaga kebersihan.

The Messanger of Allah (peace and blessings be upon him) said : “Cleanliness is half the Faith (Emaan).”       (HR. Muslim)

Tentang kebersihan ini dibahas lengkap dalam Bab Thaharah dan masih jadi PR juga untukku, karena ada beberapa hal yang masih belum aku diskusikan dengan anak-anak. InshaaAllah di hari berikutnya…

Lalu, apakah dengan hanya menggunakan pakaian bersih, barang-barang yang bersih dan bertempat tinggal yang bersih dapat sepenuhnya memperoleh sebagian dari iman tersebut? Tentunya tidak, ada kebersihan dalam diri dan luar yang harus terus kita jaga, termasuk hati.

Mengenai kebersihan hati, tentu aku belum mengajak anak-anak sampai sejauh ini. Perasaan dan sikap anak-anak yang spontan dan jujur  adalah 2 poin penting yang masih menjadi pertimbangan, inshaaAllah pelan-pelan menyusul di saat umur yang tepat.

Hari ini, adalah jadwal sekolah agama, iya, anak-anak mengikuti 2 sekolah. Satu, sekolah wajib di sekolah pemerintah Jerman dan kedua, sekolah tidak wajib di waktu weekend, sekolah agama, di salah satu masjid di kota kami tinggal, Mannheim.

Pas banget kan momennya, saat di hari mereka sekolah agama, kita diskusi tentang menjaga kebersihan.

Di sekolah ini, anak-anak mengambil kelas dengan bahasa pengantar bahasa Jerman, kelas lain menggunakan bahasa Arab, karena memang bahasa ibu mereka. Belajar di sini, walaupun sampai malam, alhamdulillah anak-anak tidak merasa kelelahan dan bosan, justru saat pulang jauh merasa lebih senang dan selalu menanti hari ini. Kenapa? Mereka menemukan teman-teman yang kondusif, merasakan hangatnya beribadah dan belajar seperti juga di rumah. Mengaji, shalat berjamaah, diskusi tentang islam, dsb.

Mashaa Allah…
Barakallahufiiikum untuk semua guru dan anak-anak didiknya… Pleasure

pic source : google map

Kembali lagi ke topik, kali ini bunda sengaja untuk memberikan peran „aku bisa menyapu“ di ruangan dapur. Ruangan ini selalu dipakai bersama untuk acara makan keluarga atau sekedar „masak bareng“ atau juga anak-anak ambil snack sendiri. Dan sudah pasti, yang paling sering kotor dengan tumpahan atau sisa makanan yang jatuh ke lantai. Jadi, membiasakan anak-anak menyapu dan merapihkan kembali kursi makan adalah tugasnya.

Semoga peran ini ga cukup sekali dua kali ya, tapi menjadi kebiasaan…

Memegang sapu dan tehnik menyapu, sepertinya terlihat hal yang sederhana bagi orang dewasa. Tapi buat anak-anak, perlu banget mereka untuk tau dan terbiasa. Sehingga tidak merasa kaku dan kagok saat menjalankan peran aktifnya di rumah atau di mana saja, termasuk saat Klassedienst di sekolah.

Jadi, tidak ada hal yang patut dinilai kecil, yang ada, semua butuh di APRESIASI dan mencoba belajar menguasainya… inshaaAllah… Angel

Good Job, kakak Afiqah dan Teteh Aqiiii…. Approve  :Star-Struck:

#hari4
#level2
#kuliahbunsayiip
#melatihkemandirian

Save

Save

Save



Leave a Reply


error: Content is protected !!