Belajar tidak selalu di ruangan dan di atas meja

Belajar tidak selalu di ruangan dan di atas meja
(pic source : safesoccerkids.com)

Padatnya jadwal dokter sepertinya tak menyurutkan langkah hari ini, inshaaAllah…

Iya, ada beberapa appointments sekaligus hari ini di jam yang berbeda dari pagi hingga maghrib.

Pagi sekali, sudah harus ke dokter selama 3 jam, lanjut kemudian acara di pusat kota bersama ibu ibu yang memiliki anak kecil untuk sekedar ngobrol dan tukar ilmu pengetahuan seputar parenting dan kesehatan. Lanjut lagi diskusi dengan bidan yang juga ikut serta di perkumpulan ini, tapi untuk diskusi ini, hanya aku saja dg si bidan.

Pulang sudah hampir mendekati jam 1 siang, sebelum pulang jemput teteh Aqila dulu, kemudian pulang, makan siang dan lanjut siap siap berangkat ke dokter gigi sore itu.

Duh, bacanya saja kayanya rempong banget yak, iyeuuuuuuhhh !!!

Jangan tanya deh pulang-pulang ngapain, teleeeer dan memilih ngebungkus kebab untuk makan malam. Alhamdulillaaah masih bisa jajan halal dan enaaak ^_^

Sore ini kakak Afiqah yang periksa gigi, sekaligus mengambil kawat gigi yang bagian atas karena di jadwal dokter sebelumnya, ternyata ada kerusakan dan harus ganti baru.

Bunda dan Aqila hanya mengantar saja, karena tidak mungkin kakak berangkat sendiri atau Aqila ditinggal di rumah sendiri. Syukurnya di Jerman, hal yang lumrah dan semua orang maklum apabila mengurus sesuatu sambil membawa anak dan tidak ada pegawa kantor atau instansi tertentu yang mempermasalahkan ini. Ya, mereka faham sekali, karena tidak ada di sini ART yang mnginap yang siap menjaga anak-anak 24 jam di rumah kita. Kalaupun ada, mungkin seorang bangswan kali yaaa…. Hmmmm…

Balik lagi ke topik anak-anak.
Sepanjang perjalanan, sekalipun rasanya lelah, pastinya yaaaak…
Berusaha untuk tenang, sabar dan ga perlu tergesa-gesa. Anak anak pun juga lelah sepulang sekolah, harus pergi lagi hingga malam hari.

Sepanjang perjalanan, teteh Aqila punya cara jitu untuk mengusir kebosanan, ya sambil jalan sambil belajar, bahkan hanya karena melihat angka-angka di trem. Seru kreatif deh pokoknya….

Dia menyebut Trem drei (tiga), vier (empat), fünf (lima), dst…
Hingga seorang opa interest sekali dengan antusiasnya Aqila menyebut beberapa angka tadi. “Ahhh kamu benar, pinteeeer…” katanya
Dan seketika, Aqila sembunyi dibalik badanku, hihihi… sambil kujelaskan, bahwa opa itu bilang yang baik untuk Aqila, jadi tidak perlu takut.

Tetap saja dia ga mau dan memilih sembunyi…

Ahhh pinteeer, setidaknya ini memperlihatkan bagaimana dia berlaku dengan orang asing yang tidak dikenali. Benar, waspada perlu sekali dimana-mana dan aku sangat menekankan pada anak-anak untuk tidak ikut siappapun yang dikenal atau bahkan yang dikenal tanpa sepengetahuan bunda.

Great idea, Aqila !!!
I trust on you, dear….

#hari6
#tantangan10hari
#thinkcreative
#level9
#kelasbunsayiip
#mellyloveschildren
#mellyloveskitchendotcom



Leave a Reply


error: Content is protected !!