Lebih Percaya Diri dengan Apresiasi

Lebih Percaya Diri dengan Apresiasi
I Can !!! (pic source: india.com)

Pagi-pagi sudah dibuat surprise teteh Aqila…

Iya, doi bersikeras untuk naik scooter di saat cuaca sudah dingin, pagi sekitar 4C, siang sekitar 14C. Biasanya teteh duduk dibonceng sepeda saat pagi pagi berangkat.
Wunderbar, teteh Aqila!!!

Tugasku menjemput siang itu, datang pun tidak secepat seperti biasanya karena menunggu kakak sepulang shalat Jumat terlebih dahulu, khawatir kakak harus menunggu aku di luar dan kedinginan.  Jadi memutuskan menggunakan sepeda.

Tetap sepedahan saat hamil sudah masuk 7 bulan? Hihihi…. siapa takut
Alhamdulillah aman dan nyaman, bahkan udah kangen banget sepedahan jauh, berenang, hiking, aaahhh banyak deh…

Sampai di sekolah, ternyata anak anak sedang main di halaman, ada yang main pasir, prosotan, ayunan atau sekedar kejar-kejaran. Prinsip di Jerman, tidak ada halangan cuaca untuk main di luar dan aktivitas di luar, yang ada hanya salah kostum, jadi sesuaikan pakaian yang dipakai dengan cuaca hari itu.

Saat aku jemput ternyata teteh sedang ke wc dan kembali ke luar menyambutku dengan sedikit murung, karena masih ingin main pasir. Dan aku pun menawarkan untuk melanjutkan main pasirnya saat libur di Stempel Park. Alhamdulillah disetujui dan kita sepakat hari sabtu akan main pasir bareng ^^

Perjalanan pulang ternyata ada protes sedikit, „kenapa bunda naik sepeda, ga jalan kaki saja“. Aku menjelaskan pelan pelan, kalau tadi harus nungguin kakak selesai shalat Jumat.  Dia tetap protes dan ternyata karena ingin menyebrang lewat bawah tanah, sedangkan aku ga sanggup kalo harus dorong sepeda dari bawah tanah ke atas di ujung jalan sana, karena kemiringannya curam.

Naaah, di sini deh yaa latihan sabar mengelola kata kata saat berdiskusi dengan anak. Pengennya ga sih bilang „ayooook cepeeet cepeeet kita pulaaang“ hihihihi…
Tarik nafaaas, buang pelan pelaaan…

Akhirnya aku menawarkan solusi, „gimana kalau teteh aja yang menyebrang di bawah, nanti kita ketemu di ujung jalan, nanti bunda tunggu di atas tangga?“

Awalnya menolak dan maunya sama bundanya, tapi setelah kita jalan sambil terus terusan diapresiasi dengan encouragement words sepanjang jalan, alhamdulillah timbul rasa percaya dirinya. Saat mendekati tangga justru teteh sendiri yang bilang, „aku nyebrang di bawah saja ya bunda, bunda di atas aja, nanti adek bayi kasihan“


Alhamdulillaaaah…
Teteh kereeeen !!!
Nanti kita ketemu di sana yaaaa….

Sepanjang mau masuk ke dalam penyebrangan bawah tanah, matanya ndak lepas pandangan untukku, salah satu bentuk meyakinkan dirinya kalo bunda ada bersamanya dan dia pasti bisa.

Ternyata ya the power of positive words untuk anak-anak itu sangat luar biasaaaa…

I am confident !!
(pic source : linkedin.com)

Pengalaman tinggal di sini, tidak ada seorang pun yang melihat anak dari segi kekurangannya, baik fisik maupun kemampuan. Semua dihargai. Matematika nilainya lebih rendah dari sikap social? Ya gapapa ga masalah, si anak pasti punya peran lain yang dominan dalam dirinya. Sehingga tidak heran, anak turun kelas di Jerman, tidak ada istilah mengolok olok atau membully. Membully tentu ada skala kecil, tapi sikap menghina dan meremehkan kemampuan yang lain, Alhamdulillah tidak ada.

Yuuuk, selalu ucapkan encouragement words, bukan hanya untuk anak-anak tapi juga teman, saudara, sepupu, kerabat, kakak dan adik serta orang tua ^_^

#mellyloveschildren
#mellyloveskitchendotcom
#hari3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip



Leave a Reply


error: Content is protected !!