Fun Family Forum melalui film keluarga

Fun Family Forum melalui film keluarga
Family forum (pic source :httpswww.streetsensemedia.org)

Belajar sesuatu diawali dari lingkungan paling kecil, yakni keluarga. Sama halnya dengan anak anak belajar berbicara, komunikasi, mengungkapkan emosi diawali di lingkungan keluarga.

Aku sebagai orang tua, yang tetap berjiwa muda tentunya (((muda))) , pernah merasakan masa anak-anak. Berbeda dengan anak-anak, belum pernah merasakan menjadi orang tua. Apalagi zamannya sekarang, sudah berbeda dari zamanku kecil dulu. Tantangannya beda, arus informasinya beda, gadgetnya beda, bahkan ilmu yang harus dipelajari pun beda…

Jadi dalam kamusku, „aku tidak pernah mengajari anak-anak, kita, belajar bersama di zamanmu, nak“

Rasanya lebih nyaman memunculkan forum komunikasi dalam keluarga dengan kegiatan family bonding. Suasana yang  nyaman, senang dan menikmati tentunya mampu melahirkan ide ide positif. Seperti halnya hari ini…
Kebetulan di Jerman sedang libur reformationstag dan ayah pun berada di rumah. Anak-anak seneng dooong ^_^

Jam tidur kita selalu menyesuaikan waktu shalat, jadi libur dan tidak libur, bangun pagi sudah menjadi kebiasaan. Yang paling hangat di sesi libur buat kitaaaa, selalu ada waktu lebih untuk sarapan bersama dan ini termasuk bagian dari family forum juga, untuk cerita cerita ringan rencana hari ini atau cerita sekolah hingga mimpi apa semalam ^^

Berbeda dengan hari biasa tentunya, hari ini lebih santai…
Selepas sarapan, semua membereskan tempat tidur, membersihkan diri dan aku menyelesaikan urusan dapur dibantu ayah ^^

Hari ini kita ngajakin anak-anak nonton di rumah, film yang bergenre family. Seru banget!!!
Apalagi di luar cuaca pagi mendung dengan suhu 4C, paling enak kan menghangatkan diri di rumah. Film yang kita tonton berjudul „Diary of a Wimpy Kid The Long Haul 2017”

Film begenre family

Family genre movie ini, menceritakan kisah seru perjalanan vacation mereka, yabg sepertinya sdh diatur dengan sangat baik persiapannya. Bisa dilihat dari perlengkapan yang dibawa, sampai sampai membawa boat untuk menikmati summer tahun itu.

Sepanjang film diputar, pokoknya ketawaaaa terus, memang lucu sih dan Aqila yang masih 5 tahun pun, sangat bisa mengikuti dan menikmatinya ^^

Ada hal yang menarik dan menjadi pembelajaran juga buatku. Si ibu memberi aturan. No gadget at all during the vacation. Sama seperti halnya aku, si ibu menginginkan family bonding yang cukup erat usai family trip dan semua sangat menikmati perjalanan ini.

Tapi ternyata yang terjadi sebaliknya. Anggota keluarga justru kucing kucingan main gadget, hmm… see… ternyata ga selamanya saklek itu perlu, apalagi kalau ujung-ujungnya begini… ya kaaan??

Si anak selalu cari banyak alasan untuk akses ke mobil untuj sekedar mencari hp nya, si ayah harus sembunyi2 di tempat tertentu untuk urusan pekerjaannya.

Sepertinya, melihat situasi ini, aku bs bilang ungkapan no gadget at all adalah murni naluri ibu, yang memang pekerjaannya di seputar domestic area dengan hubungan gadget pun antar anggota keluarga dan sebagian akses keluar yg tidak terlalu signifikan seperti anggota keluarga lainnya.

Untuk itulah, aku, sebagai ibu perlu gabung di berbagai komunitas positif, sesuai minat dan passion. Begitu juga dengan ibu bekerja, menjadikan tempat pekerjaan sebagai trmpat yang nyaman yang dengannya bisa pulang ke rumah dalam keadaan lebih bahagia.

Ibu bahagia, bahan utama keluarga bahagia ^_^

Selama ini banyak komunitas positif yang aku ikuti dan teman teman pun bisa juga ikutan, semoga bisa menjadi referensi, jika ada yang ingin menambahkan boleh banget untuk sama sama sharing^^
1. Al Quran : Tahsin RumTa Eropa, OWOJ Grup LN, Kelas Bahasa Arab Online
2. Parenting keluarga : Grup HEbAT (Home Education Based on Akhlaq and Talents), Grup IIP (Institut Ibu Professional), beberapa milis homeschooling, Muttercafe bei Skf
3. Photography : Uploadkompakan (IG) dan beberapa grup photography, diantaranya yang digagas oleh Rachel dan Neel
4. Biophysics : milis yang berkaitan dengan bidang research ini

Sepanjang film, kakak, teteh, ayah dan aku pun mengutarakan pendapat masing masing, baik terkait film maupun ide untuk kita. Sounds interesting, isn’t it?

Selesai film usai lanjut deeh dengan nyiapin pizza untuk makan siang. Iya ada hal yg berbeda buat kami saat libur, semua ikut andil di dapur untuk nyiapin makan siang.

Kakak dan ayah, parut keju dan siapin piring. Teteh Aqila, bantu aduk aduk pan di atas kompor dan bunda nyiapin adonan pizza crust. Somehow, we called it as teamwork ^o^

Di bawah ini foto pizza untuk pelengkap visual yaa….karena saat hari H, ndak sempat lagi foto foto pizza yang di buat ^^

Simple pizza . Menggunakan flatbread plus topping tomaten sauce, double cheese (mozarella and Emmentaler), smoked beef/turkeys and i prefer to add black olive. . Makan siang bareng, seorang 1 pizza dg isian sesuai keinginan masing masing. Seperti biasa perihal izin meminta sll jadi topik hangat. Jadiii siapa yg merasa kurang pizzanya atau habis duluan, harus minta izin jika ingin meminta pizza yg bukan miliknya. . As usual dooong, teteh yg masih masa egosentris langsung ngekep pizza miliknya. Alhamdulillah kakaknya sabaaar nemenin adeknya makan sampe nyerah dan bilang "kakak boleeeh makan punya Aqila, aku kenyaaang" 😋😋 . Dan mamak puuun senyam senyuuum dengernya 😍😍😍 . Karena belajar aturan menghargai milik orang lain bermula dari lingkungan kecil dalam keluarga. Adab meminta, adab meminjam dan adab memberi. . #mellyloveskitchendotcom #mellyloveskitchenrecipes #mellypizza

A post shared by Food Photography, Food Styling (@mellyloveskitchen) on

#mellyloveschildren
#mellyloveskitchendotcom
#hari1
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

 

Save



Leave a Reply


error: Content is protected !!