Ngobrol asik tentang “rezeki dari Allah” bersama anak-anak

Sore waktu santai sepulang dari public library, anak-anak udah seru dengan bukunya masing-masing. Udah waktunya baca bersama di tempat yang sama dengan buku yang berbeda. Seperti biasa, aku baca buku bareng Aqila. Buku yang kita baca tentang “Was essen wir?” , Apa yang kita makan.

Topik yang diceritakan di dalam buku mencakup kegiatan sehari-hari dan biasa anak-anak temukan saat belanja bahan makanan. Kebetulan di Jerman, tempat  belanja ya di supermarket, pasar tradisional ada, namun hanya menjual bahan makanan segar yang musim saat itu, karena memang hasil pertanian lokal. Letaknya yang cukup jauh dari rumah dan hanya buka 2-3 kali dalam seminggu, itu pun hanya hari Sabtu yang benar benar lengkap, menjadikan alasan yang cukup logis untuk kita beralih ke supermarket saja, lebih dekat juga dari rumah.

Mengawali tentang “Warum müssen wir essen und trinken”?  Mengapa kita harus makan dan minum? , kita bahas tentang rasa lapar.
Enak ga ya kalau kita lapar, terus ga ada makanan, bunda belum masak dan ternyata roti juga habis?
kompak deh pada jawab “nggaaaaa” , padahal kakak Afiqah sambil baca buku lainnya Delighted

Inilah alasan kenapa aku selalu ngajak baca buku bareng, walaupun rentang umur kakak dan teteh terpaut banyak. Memang buku yang dibaca levelnya berbeda, tapi kalo interaktif membahasa topik, mereka akan mengutarakan pendapatnya masing-masing Who-s-the-man

B : Kalau kita lapar, lalu siapa ya yang memberikan kita rezekire makanan?
A2 : Allah
B : Iya, kalau ada roti, donat dan kue di rumah, semua Allah yang kasih. Allah beri bunda sehat untuk bisa membuat kue (sekalipun dalam hati bilang juga “Allah kasih bunda jauh dari rasa malas” , yang ini ga perlu diucapkan laaah yaaaak Ssshh ), Allah beri ayah sehat untuk bisa membeli roti, Allah sediakan di toko roti untuk kita beli sebelum rotinya habis dan Allah kasih ayah bunda uang untuk bisa belanja.
Jadi kalau kita ada makanan dan selesai makan, kita ucapkan?
A2 : Alhamdulillah

Sesuai banget dengan beberapa topik cerita di buku ini, yang membahas mengenai :
“Woher kommt unser Essen?” Dari mana datangnya makanan kita?
“Was wächst im Gemüsebeet?”
“Woher kommt unser Brot?”
“Wer hilft beim Kochen?” sampai tentang
“Was gibt’s zum Picknick?”

Topik-topik cerita yang menarik ini inshaaAllah mudah dikaitkan dengan penciptaan, bagaimana tumbuhnya buah, sayuran dan tanaman yang semuanya atas kehendak Allah.

Kebetulan, summer tahun ini kami menanam cabe dan beberapa buah pohon tomat. Seruuuuu, anak-anak memperhatikan dari masih bunga hingga tumbuh hijau lalu buah tomatnya mulai kuning dan merah. Biasanya kalau sudah ada yang merah, mereka langsung sibuk ingin memetiknya. Apalagi teteh Aqila, memang suka banget menjadikan tomat sebagai snack, jadi sehabis dipetik, cuci, dilap dan lep masuk mulut Approve

Jadi dengan kegiatan ini, otomatis anak anak tau bahwa yang menumbuhkan dari tanah adalah Allah. Apalagi saat ini sudah masuk awal musim gugur, semua daunnya sudah menguning, rontok dan pastinya tidak akan ada lagi tomat hingga nanti musim panas tahun depan. Allah yang beri kita suhu lebih dingin saat masuk musim gugur.

Nah, seminggu ini adalah hari pertama kakak sekolah di kelas 4, ada beberapa hal yang aku perhatikan dari sejak liburan. Dia sudah mulai menikmati komik. Kalau tahun sebelumnya, satu buku cerita fiksi 100 halaman tanpa gambar bisa diselesaikan dalam 1 hari, sekarang sejak menikmati komik, cenderung membaca cerita tersebut berulang-ulang dan cukup menyita waktunya.

Solusi dari aku untuk awal sekolah ini, bukan melarangnya tapi memberikan jadwal kapan membaca buku komik dengan durasi waktu yang cukup rasional. Setiap hari selama 30 menit di jam tertentu, namun apabila jam tersebut ternyata bersamaan dengan jadwal aktivitas fisik olah raga, maka waktu bacanya diskip hari itu dan tidak ada akumulatif di hari lainnya.

Waktu yang kami sepakati inilah yang kemudian dikomunikasikan dengannya mengenai rezeki dari Allah. Kesempatan yang diberikan untuk membaca komik kesukaan sehingga tidak mengabaikan yang lainnya.

Alhamdulillah, jadwalnya sudah berjalan sejak hari senin dan sangat disiplin dengan janjinya sekalipun aku tidak di dekatnya. Saat ingin membaca, setelah mengerjakan pr, sudah otomatis akan mengambil buku lainnya untuk dibaca dan menanti-nanti jam jadwalnya membaca komik. Hari pertama, iya masih sering mendengar berkali kali menanyakan, jam berapa, berapa menit lagi, dsb. Hari ke-4 ini alhamdulillah sudah anteng dan menjadi kebiasaan.

Semoga dengan ngobrol asik tentang rezeki Allah membuat anak-anak dan juga aku sebagai orang tua, lebih banyak lagi mensyukuri nikmatNya.makin banyak berdoa tidak hanya untuk meminta tetapi untuk berterimakasih atas nikmatNya.  InshaaAllah

“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku, dan untuk mengerjakan amal shlaih yang Engkau ridloi; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih”. (QS. An-Naml: 19)

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#hari1

Save



Leave a Reply


error: Content is protected !!