Sharing Fotografi bersama wag IIP LN

Photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu “photos” : Cahaya dan “Grafo” : Melukis/menulis, jadi prinsip penting dalam pengambilan foto baik menggunakan kamera dslr/mirrorless/poket dan hp adalah pengaturan cahaya.

Tehnik Photography

1. Kenali kameramu
Setiap kamera memiliki spesifikasi dan pengaturan yg berbeda. Penting untuk kita ketahui bagaimana mengatur fokus, Eksposure (ISO, Shutterspeed dan aperture lense), White Balance, Camera Mode (Auto, Manual, Aperture priority, shutter priority)

Iso, shutterspeed dan Apperture Lense (photo credit : maurobarbacci.com)

ISO :sensitivitas kamera terhadap sedikit banyaknya cahaya. Semakin besar Iso, hasil foto akan semakin terang namun efeknya noise gambar yang dihasilkan lebih banyak

Shutterspeed
: Ibaratnya kamera ingin menangkap gambar yang gerakannya cepat. Otomatis, kecepatan mengambil gambar/ rentang waktu kamera  harus lebih cepat. Biasanya ditandai dengan 1/100, 1/8 atau 1/1000, tentunya seperseribu detik jauh lebih cepat. Hal yg harus diperhatikan saat mengambil gambar cepat adalah kestabilan kamera/ tidak goyang. Sehingga perlu menggunakan tripod saat prakteknya.

Apperture Lensa : bukaan lensa, seperti halnya mata kita, saat melihat benda yang didekat mata makan otomatis benda dibelakangnya akan tampak blur. Sehingga seberapa besar blur yang diinginkan ada di pengaturan ini. Tertulis di kamera misalnya F1.8 F2 F4 F8 dst.Dengan Aperture F 1.8 tentu akan menghasilkan blur yang lebih banyak dengan luas area fokus yang lebih sempit dibandingkan dengan F2, F4 dan F8.

Lalu bagaimana jika memilih setting Auto saja ? sehingga tidak perlu mengatur manual eksposure yg ada di kamera.
Ya sah sah saja, namun, penggunaan kamera tidak maksimal, karena fitur tidak digunakan seluruhnya Worry

2.Komposisi pengambilan gambar

Rule of thirds
membagi frame menjadi 3 bagian baik secara horisontal dan vertikal shg memiliki 4 titik pertemuan. Nah dalam rule of thirds, menempatkan objek di titik titik tersebut, sehingga gambar yang dihasilkan akan seimbang. Aturan ini tidak baku tapi sangat membantu untuk kita dalam mengembangkan seni fotografi

Rule of thirds

Angle
pengambilan gambar bisa dilakukan dg cara eye level (sejajar dengan mata : 180), bird’s eye view (dari atas), low angle (dari bawah), frog eye level (kamera hampir menyentuh tanah) dan high angle (sudut 60-80)

Komposisi
Berkaitan dg styling dan kaitannya dengan tema. Misalnya  foto produk pakaian, tentunya properti pendukungnya adalah hal2 yang berkaitan dg pakaian tersebut, tradisional atau modern kah?
contoh lainnnya,  makanan, sama jg dengan foto produk, foto makanan membuatuhkan garnish atau properti pendukung yang berkaitan dengan bahan makanan yang digunakan dalam memasak menu tersebut. Atau juga konsep penyajian, seperti suasana minum teh, pesta atau sarapan pagi.

Bolehkah dalam komposisi tidak menggunakan properti yang banyak? tentu sah sah saja.
Haruskah menggunakan properti yang banyak? tidak juga.
Properti biasanya ditujukan untuk memberi kesan cerita dalam foto, sehingga orang akan bisa menilai suasana dari foto tersebut, seperti contohnya suasana hari raya  I-got-an-idea

Dan yang jelas, tujuan membuat foto makanan adalah membuat orang yang melihatnya berasa ingin menjilat fotonya atau menarik untuk memesannya iPad

Tuna Pampis . Salah satu masakan manado ya, pampis, biasanya menggunakan cakalang, jadi cakalang pampis. . Inget banget, sendy @sendysenn yg asli manado pernah mengolah tuna pampis ini. Jadilah pengen buat juga 😍😍 . Hasilnya yang kering spt abon ikan, bisa banget buat nyetok di toples, jadi kalau pas lapar dan pengen makanan Indonesia tanpa uprek lama di dapur, cusss deeeh 🤗🤗✌🏻️😋 . Bahan: 350gr ikan tuna 5 lembar daun jeruk 1 lembar daun pandan, melly skip karena ga stok 2 lembar daun kunyit, melly skip krn ga ada Daun kemangi, secukupnya (melly pakai basilikum) 2 batang daun bawang, iris halus Minyak secukupnya . Bumbu halus 5 bawang putih 8 bawang merah 9 bh cabe merah, campur rawit jika ingin pedas 1 ruas jari kunyit 1 batang serai ambil putihnya, melly pakai serai beku 1 ruas jari jahe . Membuat: 1. Panaskan minyak, masukkan daun bawang, masak hingga berubah warna, masukkan bumbu halus, daun jeruk, pandan, kunyit, aduk rata 2. Tambahkan ikan tuna, aduk rata hingga bumbu meresap dan kadar air berkurang. Terakhir masukkan daun kemangi atau basilikum (seperti yg aku pakai), aduk rata 4. Angkat dan sajikan, jika sudah dingin bisa disimpan di toples . Semoga bermanfaat ^_* . Kalo pakai ikan cakalang mentah, bisa kukus dulu hingga matang lalu disuwir yaaa… Karena aku pakai tuna kalengan siap pakai, jadi tinggal cemplung ajaaa 😎😎

A post shared by Food Photography, Food Styling (@mellyloveskitchen) on

contoh foto simpel tanpa properti tambahan, cukup garnish saja

3.Pencahayaan

Cahaya ini bisa kita atur melalui White balance (WB), hard light, soft, tungsten atau saat mendung sekalipun (cloudy). Di beberapa kamera ada pengaturan berapa temperature yg diinginkan.
Untuk mengatur cahaya ini, kita perlu yang namanya diffuser, sehingga cahaya yang cukup keras/terang bisa kita redupkan dg diffuser. Diffuser bisa menggunakan tirai, kain putih tipis atau khusus untuk photography.
Selain itu, dalam beberapa kondisi kita memerlukan reflektor, supaya POI (point of interest)/ objek yang kita bidik mendapatkan pencahayaan yg cukup.

Bisakah teman-teman tentukan dari mana datangnya cahaya, dimana letak diffuser dan reflektor yang ada dalam foto ini? Wink  Happy-Grin 

Tom Yum Seafood

 

Tom Yum Paste Homemade

Ada waktu-waktu tertentu yang direkomendasikan dalam mengambil fotooutdoor, yakni saat golden hour (1 jam setelah terbit matahari dan 1 jam sebelum matahari terbenam). Tone cahaya dan suasana yang ditangkap sangat bagus sekali, pencahayaannya tidak terlalu keras.

contoh foto saat golden hour


4. Digital Imaging/ Editing/ Final touch

Banyaknya proses editing tergantung seberapa perlunya hasil foto yang kita inginkan. Sebenarnya proses edit ini selalu ada, otomatis edited untuk hasil foto kamera hp atau kamera dg hasil foto berupa file jpg. File mentah yang benar2 butuh proses editing yakni file raw dan biasanya untuk 1 foto membutuhkan 20 MB berbeda dengan hasil jpg sekitar 1-4 MB.

Untuk proses editing di komputer bisa menggunakan Photoscape, Photoshop, Lightroom, dll
Untuk proses editing di apps Hp bisa menggunakan snapseed, phonto (untuk watermark), dll

Kiri : Hasil Foto menggunakan file jpg dari kamera
Kanan : Setelah melalui proses editing dg Apps HP snapseed, penambahan cahaya bagian depan, keseluruhan, ketajaman gambar dan cropping (untuk postingan instagram @mellyloveskitchen

Alhamdulillah
Semoga bermanfaat ^_*

Save

Save

Save

Save



Leave a Reply


error: Content is protected !!