Family Project 1 : Menanam Garden-Cress (Garten-Kresse)

Family Project 1 : Menanam Garden-Cress (Garten-Kresse)

Family project atau proyek keluarga, salah satu dari sekian tantangan di kelas Bunda Sayang. Ini merupakan tantangan materi ketiga yang memang membahas mengenai Family Project.

Mengenai materi “Family Project” akan aku posting secara terpisah Pleasure

Kembali ke Proyek menanam Cress bersama anak-anak.

Yup, berkenaan dengan datangnya musim semi dan suhu yang mulai hangat, kegiatan bercocok tanam dari yang tanaman yang kecil sederhana hingga mengolah kebun, seringkali dilihat di lingkungan kami tinggal.

Anak-anak pun memperhatikan bagaimana perubahan pohon-pohon yang sebelumnya tidak berdaun karena musim dingin, sekarang muncul tunas tunas dan mulai menumbuhkan daunnya hingga rindang.

Kali ini, kita memutuskan untuk menanam Garden Cress atau Garten Kresse dalam bahasa Jerman.

Dalam berkegiatan, seperti biasa aku menerapkan WH Question I-got-an-idea

Apa?                                    Apa itu cress?
Siapa?                                 Siapa ya yang menumbuhkan cress?
Dimana?                             Dimana mereka tumbuh?
Bagaimana?                       Bagaimana supaya mereka tumbuh dengan baik?
Mengapa?                          Mengapa kita perlu mengkonsumsinya? Ada kandungan apa saja di dalamnya?
Kapan?                               Kapan waktunya kita siram dan waktu panen?

Pertanyaan di atas muncul sambil berinteraksi dengan anak-anak secara spontan. Jika ada hal-hal yang berkaitan ilmiah atau perlu pemahaman lebih, bersama sama kita cari di internet (dalam hal ini, mengajarkan kakak Afiqah,  bagaimana memanfaatkan google sebagai sarana pencari informasi yang bermanfaat)

Saat berkegiatan ini, anak-anak melontarkan kesedihannya karena pohon walnut depan rumah yang ditebang. Diskusi pun lanjut mengenai pengurangan pohon. Apa yang terjadi jika pohon ditebang, tidak ditanam lagi dan digantikan dengan rumah rumah dan beton?

Jawaban anak-anak yang spontan tentunya membuat tawa saat kegiatan berlangsung, yang jelas kami pun senang, merasa seperti bounding antar anggota keluarga All-I-See-is-Love

Setiap hari hampir ditanyain, kapan tumbuh? (Jelas yang ini pertanyaan adek Aqila, hhehehe), sudah ga sabar menanti tanamannya tumbuh.

Dari kegiatan ini, anak-anak memiliki rasa tanggung jawab, iya, tanggung jawab untuk menyiram tanamannya. Dan surpriiiiise, saat biji bijinya menumbuhkan beberapa tunas, wajah antusias itu berubah jadi senyum. Iya, seperti melihat keberhasilan yang sudah mereka tanam.
Kalau sudah dalam kondisi seperti ini, mulai deh aku isi dengan apresiasi dan afirmasi positif mengenai Ramadhan yang akan datang sebentar lagi.

Ingat tentang hal itu, Nasehati anak saat mereka gembira, inshaaAllah akan didengarkan dan jangan sekali-kali menasehati saat mereka kesal, marah dan sedih, cukup peluk dan dengarkan saja.

Doaku :

Allahummaj’alhu shohiihan kaamilan, wa ‘aqilan haadziqon, wa ‘aaliman ‘amilan”
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah ia anak yang sehat sempurna, berakal cerdas dan berilmu lagi beramal.“
Aamiiiin…..

Okay, and the end of this project, kakak Afiqah dapat tantangan untuk menuliskan deskripsi yang dilakukan dan diketahui tentang si Garten-Kresse, ya dia menuliskan dalam bahasa Jerman. Good Job kakak !! Du schafst das, yeaaay Approve


Selain itu, selama proses mengamati tanaman yang diletakkan di dekat jendela, ada beberapa perubahan yang ditunjukkan oleh tanaman, “dimanapun letaknya, si daun akan mengarah ke arah dimana cahaya matahari datang”

Nah, mengenai ini aku mengajak mereka untuk mengeluarkan “rasa ingin tahu” dan cukup menceritakan fenoomena ini dengan bahasa cerita. Next time kita buat project khusus ini, inshaaAllah….

Salam hangat dari Garten Kresse yang sudah siap panen Wink

#Tantangan Hari1
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

 

 

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save



Leave a Reply


error: Content is protected !!