Aku cemburu padamu, 9 Bidadari…

Aku cemburu padamu, 9 Bidadari…

img_4445-2_resize_resize
Aku cemburu padamu, 9 Bidadari…

Uhibukki Fillah…
Uhibukka Fillah…
Aku mencintaimu karena Allah…

24 jam dalam sehari, berapakah untuk Allah, berapakah untuk Rasulku dan berapakah untuk suamiku?

Berapa jam waktu yang diperlukan untuk menyiapkan masakan terbaik untuk suami?
Berapa jam waktu yang diperlukan untuk menyiapkan keperluan terbaik untuk suami?
Berapa jam waktu yang diperlukan membersihkan tempat tinggal untuk menjaga kesehatan suami?

Lalu,
Apakah setelah ada waktu sisa dan lelah, baru kemudian untuk Allah?
Apakah saat sudah lelah kemudian menyempatkan belajar, mentadabburi Kalamullah?
Apakah saat sempit baru kemudian mengingat Allah?
Apakah hanya di waktu luang mempelajari Hadist Rasulullah?

Astaghfirullah aladzhimmm….

Kemudian,
Siapakah Maha pembolak balik hati?
Allah SWT
Siapakah pemilik alam semesta dan isinya berikut juga ciptaanNya?
Allah SWT
Siapakah pemilik Jannah, kenikmatan kekal di akherat?
Allah SWT
Siapakah yang berhak memasukkan ciptaannNya ke dalam Jannahnya, sesuai yang dikehendakiNya?
Allah SWT
Lalu, Siapakah yang mencintaiku sepenuh hati, menerimaku apa adanya fisikku, apa adanya kemampuanku, menerima selalu taubatku, mengampuni selalu khilafku?
Allah SWT

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.“ QS. At-Taubah: 128

Siapakah yang sejak 1400 tahun yang lalu mencintaiku padahal aku belum lahir?
Rasulullah SAW
Siapakah yang selalu menangis saat mendoakan keselamatanku di akherat?
Rasulullah SAW
Siapakah yang selalu mengkhawatirkan nasibku?
Rasulullah SAW
Siapakah yang mengangkat tangan sambil berdoa…
“Umatku, umatku, dan beliau menangis.“
Rasulullah SAW

Maka Allah Azza wa Jalla berfirman, “Wahai Jibril, temui Muhamad, dan Tuhanmu lebih mengetahui, tanyakan kepadanya, apa yang membuatnya menangis. Maka Jibril alaihissalam mendatanginya dan menanyakannya. Maka Rasulullah shallallahu memberitahukannya apa yang dia ucapkan. Maka Allah berfirman, “Wahai Jibril, temuilah Muhamad dan katakan, ‘Kami akan membuatmu ridha dalam masalah umatmu dan kami tidak akan menyakitimu.” (HR. Muslim, no. 202)

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pergi menuju kuburan lalu (ketika tiba di kuburan) mengucapkan:
“Salam atas kalian wahai penghuni (kuburan) tempat orang-orang beriman. Aku insya Allah akan menyusul kalian. Aku ingin sekali berjumpa saudara-saudaraku.’ Mereka (para sahabat) berkata, ‘Wahai Rasulullah, bukankah kami saudaramu?’ Beliau bersabda, ‘Kalau kalian adalah para sahabatku. Saudara-saudaraku adalah mereka (orang-orang beriman) yang belum ada sekarang ini dan aku akan mendahului mereka di telaga.’ Mereka berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana engkau mengenali orang-orang (beriman) yang datang setelah engkau dari kalangan umatmu?’ Beliau bersabda, ‘Bukankah jika seseorang punya kuda yang sebagian kecil bulunya putih akan mengenali kudanya di tengah kuda-kuda yang hitam legam?’ Mereka menjawab, ‘Ya’ Beliau berkata, ‘Sesungguhnya mereka akan datang pada hari kiamat dengan cahaya putih karena wudhu. Dan aku akan menunggu mereka di telaga.” (HR. Muslim, no. 249, Nasai, no. 150. Lihat Silsilah Ash-Shahihah, no. 2888)

Allahumma shalli ala sayyidina muhammad…

img_4257-2_resize_resize
Jadi, pantaskah Allah dan RasulNya diberi waktu sisaku? Waktu lelahku? Hanya di saat waktu luangku?

Astaghfirullah aladzhimmm….

Lalu,
Siapakah yang disebut suamiku jikalau nanti menginjakkan kaki di SurgaNya?
9 Bidadari
Siapakah yang dipanggil untuk membersamainya di SurgaNya?
9 Bidadari

Ya Allah ya Mujibassailiin..
Jadikanlah aku Wanita Solihah…

Wanita yang mentadabburi Kalam-Mu
Wanita yang hafidzah
Wanita yang mengetahui dan memahami isi Al-Quran-Mu
Wanita yang selalu mencintaiMu dan RasulMu
Wanita yang patuh pada suaminya
Wanita yang malu untuk berkata tidak lembut
Wanita yang selalu menutup auratnya
Wanita yang selalu menjaga lisan dan tulisannya
Wanita yang selalu berpuasa untukMu
Wanita yang selalu mengingatmu
Menjaga wudhunya, selalu bersedekah dan lelah untukMu ya Allah…

„Sebaik-baik bidadari Surga, maka lebih baik wanita solehah (di dunia)“

Aamiiin Allahumma aamiiin….

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau shallallahu’‘alaihi wa sallam menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”

Beliau menjawab,

“Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.” (HR. Ath Thabrani)

Pada saat di surga, dimana seorang lelaki beristrikan bidadari surga (Hur ‘ain), Ibnu Qayyim R.H. menyebutkan dalam hadist sahih dalam Musnad Imam Ahmad, bahwa pada saat itu akan datang seorang wanita lain. Seorang wanita yang kecantikan dan keelokannya akan membuat seorang raja melupakan wanita-wanita lainnya. Siapa wanita ini? Wanita ini adalah istrinya di dunia ini. Jadi istrinya di dunia ini akan menjadi ratu dari para Hur ‘ain (bidadari). Dan Ibnu Qayyim menyebutkan “Apakah seorang raja pernah memikirkan para pelayan-pelayannya di hadapan seorang ratu?” Tentu tidak! Jadi istrinya di dunia akan diberikan kecantikan jauh melebihi para bidadari. Mengapa begitu?

Ibnu Qayyim berkata “Karena Hur ‘ain (bidadari) tidak pernah menghadapi kesulitan yang dirasakan wanita dunia. Mereka tidak pernah berjuang di jalan Allah, tidak pernah dicemooh orang karena mengenakan hijab, tidak pernah merasakan sulitnya patuh pada suami.”

Aisyah ra: berkata pada ketika wanita-wanita yang iri pada laki-laki di surga. ” Sesungguhnya para bidadari yang mengucapkan kata-kata ini, maka para wanita dari penduduk bumi menjawab: Kami adalah wanita-wanita yang mendirikan sholat, sedangkan kamu semua (bidadari) tidak pernah sholat. Kami semua berpuasa, sedangkan kamu semua (bidadari) tidak pernah berpuasa. Kami semua berwudu, sedangkan kamu semua (bidadari) tidak berwudu……….

Kami semua bersedekah, sedangkan kamu semua (bidadari) tidak bersedekah.
Lalu Aisyah berkata: Maka wanita-wanita dunia itu mengalahkan bidadari-bidadari di surga. Demi Allah wanita-wanita penduduk bumi mendapatkan istana, pelayan, suami, mahkota, tempat wisata yang indah, dan segala sesuatu yang disenangi, yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbesit dalam hati manusia. Wanita yang sholat akan tampil lebih cantik dan mengalahkan bidadari. Bahkan mereka akan dibuat menjadi sangat cantik dan menjadi ratunya para bidadari di surga kelak. Sebagaimana seorang raja yang tidak akan memalingkan pandangannya kepada pelayan-pelayan wanitanya ketika sang ratu berada di sisinya, dimana ratu itu mempunyai kecantikan yang jauh melebihi para pelayan-pelayan wanita sang raja, demikian pula di surga kelak seorang suami tidak memalingkan pandangannya kepada bidadari-bidadari, ketika ada istrinya yang ketika semasa hidupnya beramal shaleh, yang kecantikannya sangat jauh melebihi para bidadari tersebut.

Bersiaplah dan persiapkan diri menjadi Wanita Solihah, inshaaAllah…
Bismillah, niatkan semua karena mengharap keridhoan Allah, niscaya yang aku lakukan untuk suami, anak anak dan masyarakat adalah ibadah.
Allah dulu, Allah yang utama, Allah lagi dan Allah terus…

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ


(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”. QS. AL Imran :8

*) Tulisan ini adalah muhasabah pribadi. Adapun di dalamnya tersurat dan tersirat untuk kebaikan diri dan sebagai hasil dari komunikasi produktif di dalam keluarga. Tulisan ini mungkin dibilang terlambat, dibanding teman-teman yang lain, sekalipun dalam prakteknya, sudah mulai sedari awal membersamai anak-anak dalam komunikasi dengan kata-kata yang lemah lembut dan produktif.

#hari1
3tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#ODOPfor99days
#day1

Save

Save



Leave a Reply


error: Content is protected !!