Ide merangkai Sepeda dari Tetangga

Ide merangkai Sepeda dari Tetangga
Sepeda di Belanda, yang kulihat

Sepeda, salah satu moda transportasi yang paling penting bagi kami disini. Berangkat sekolah, ke kota, kerja, belanja, dsb, bahkan saat weekend tur sepeda bersama. Adanya jalan sepeda dan rambu lalu lintas sepeda, membuat kami nyaman bersepeda kemana mana.

Anak kami yang pertama, Afiqah, sejak masuk Kindergarten (5y), sudah kami ajarkan untuk bisa mengendarai sepeda ke sekolah dan tentunya selalu di dampingi. Semakin sering menjelajah sepeda kemana mana, semakin banyak pertanyaan yang didengar dari anak anak, mengenai rambu lalu lintas, dimana harus menyeberang, lampu apa untuk berjalan, lampu apa untuk berhenti, dsb dsb

Bersepeda itu menyenangkan
Bersepeda itu menyenangkan

Beberapa manfaat menggunakan sepeda :
1.    Ikut membantu menjaga Lingkungan Hidup, Penting kan ?? Tidak adanya gas emisi yang dikeluarkan sepeda jadi membantu mengurangi pencemaran udara
2.    Hemat
Selain menghemat waktu juga menghemat kocek. Kita tidak perlu menunggu lama trem atau bis, bahkan bisa jadi lebih cepat karena tidak terkena yang namanya macet. Selain itu, alokasi biaya untuk bensin, tiket parkir atau bahkan tiket trem dan bis, bisa dihilangkan dan nominal ini cukup signifikan.
3.    Sehat
Yang ini sepertinya sudah pasti ya, karena secara otomatis mau tidak mau, badan kita bergerak setiap hari. Dengan begitu, kita pun mengatur pola pernafasan yang baik. Apalagi kalau kita berangkat pagi pagi, menghirup udara segar pagi lebih banyak dari biasanya, membuat kepala lebih fresh untuk memulai aktifitas
4.    Belajar memahami peta dan denah
Semakin lama menggunakan sepeda maka akan semakin tau denah dan lokasi dari peta. Sehingga kemampuan membaca peta semakin terbiasa. Jujur saja buat aku, membaca peta di awal awal sulit sekali. Walaupun pergi sudah membawa peta, tetap saja nyasar. Beda sekali dengan suami. Itulah mengapa, ada istilah, Why Men Don’t Listen and Women Can’t Read Maps 😀
5.    Mengetahui banyak jalan
Hal yang paling menyenangkan kalau bersepeda, dengan sendirinya akan tau jalan jalan tikus atau jalan pintas yang bisa dilalui untuk lebih menghemat waktu tempuh. Atau kadang memang sengaja dilewati karena view nya yang menarik
6.    Lebih menikmati panorama alam
Sepanjang perjalanan menggunakan sepeda, banyak hal yng bisa dilihat di luaran sana. Selagi kita menggowes, pandangan mata pun ikut menikmati pemandangan yang ada di sekeliling. Hal ini, sedikit banyak dapat mengurangi penat dan stress akibat pekerjaan, dsb
7.    Berkenalan dengan teman baru
Pengalaman selama menggunakan sepeda, bertemu pengguna sepeda lainnya yang sama setiap hari akan berujung untuk saling menyapa. Atau juga saat menunggu lampu merah untuk menyebrang. Berawal dari menyapa, tinggal dimana , dsb dan kemudian berteman 🙂

Jalanan yang berwarna merah baik di trotoar maupun di tengah jalan raya adalah khusus untuk pengguna sepeda
Jalanan yang berwarna merah baik di trotoar maupun di tengah jalan raya adalah khusus untuk pengguna sepeda

Liburah ke Holland beberapa waktu lalu, aku mengamati berbagai bentuk model sepeda disana. Keranjang sepeda yang mereka gunakan lebih kokoh dan kuat untuk menampung belanjaan banyak. Hal ini memang tidak sering aku temui di Mannheim, jadi saat itu aku masih menggunakan keranjang sepeda, bawaan dari sepeda itu sendiri, yang saat itu kondisinya sudah penyok sana sini aibat seringnya dipakai dengan muatan lebih banyak atau kadang sepeda jatuh karena angin kencang di parkiran.

Sepulang dari liburan, langsung deh cari cari handle keranjang sepeda bagian depan yang kokoh di ebay.de ,  dipasang sendiri kemudian ditambahkan keranjang piknik rotan yang kami rasa cukup kokoh. Kalau di Belanda, ada yang menggunakan kotak kayu, tapi disini aku jarang menemukannya. Kalau keranjang piknik rotan, mudah ditemui disini.
Sepeda dengan keranjang dan pengait yang lebih kokoh

Sepeda dengan keranjang dan pengait yang lebih kokoh

Bagaimana sepedaku, lebih kokoh kan??
Kalau kamu sering juga bersepeda ??



0 thoughts on “Ide merangkai Sepeda dari Tetangga”

  • Hai Mel, aku tahun ini akhirnya punya sepeda, tapi belum pernah dipakai sama sekali. Sepedanya parkir manis dalam garasi haha. Aku juga takut bawa anakku naik sepeda (bonceng) takut jatuh haha, naik bus bisa dari depan rumah sih. Mungkin tahun depan klo cuaca cerah pengen belajar ngonceng anak naik sepeda.
  • Bener banget buat yang hemat itu, secara naik kereta, bis, tram di Belanda ini itungannya mahal. Tapi pas kemaren di Frankfurt aku amati ga terlalu banyak yang naik sepeda ya orang-orang. Atau karena pas hari minggu ya. Soalnya jarang lihat sepeda parkir, entah pinggir jalan atau parkiran khusus. Waahh sepedamu kayak sepeda sport ya Mel. Apiikk 😍😍. Lek sepedaku ya sepeda biasa, jengki gitu. Kalo aku ga tak tambahi box didepan. Tapi pakai tas diboncengannya. Mungkin kalo sudah ada anak baru tambahi box didepan biar bisa bonceng anak belakang.
    • Iya karena hari Minggu banyak orang yang biasanya bersepeda jadi istirahat di rumah. Animo bersepeda disini ga sebanyak di Belanda juga, tergantung dataran di kotanya. Aku pun kaget liat sepeda di Belanda, buanyaaak dan jalanan sepeda sebesar jalanan mobil (di beberapa tempat). Kalau disini seperti di foto dan ada di 2 jalur kanan kiri. Eh, sepeda Jengki tetap bisa ganti gigi kan ya? atau hanya satu gigi?
    • Mba lulu, inshaaAllah tiap anak beda beda, bisa jadi sekarang belum berani tapi pas berani dia akan langsung bisa. Kakak bisa sepedah umur 3 tahun, dari sepeda roda 3 terus langsung nyosor aja gitu pake roda 2 sepeda kecil. Nah sekarang adiknya, Aqila (3th) malah yang masih takut naik scooter, yang satu ini kudu dipupuk berani dan semangatnya :)

Leave a Reply


error: Content is protected !!