Ibadah Ramadhan saat Haid bagi Wanita

Bismillahirrahmanirrahiim..

Patutkah bersedih karena kedatangan bulan di 10 hari terakhir??

La Tahzan Inallaha ma’ana, “Jangan bersedih, sesungguhnya Allah SWT bersama kita”.

Sedih pastinya ya, harapan mendapatkan Lailatul Qadr sirna. Dari sekian banyak peran wanita dalam kehidupan, hampir semuanya berbunga pahala, seperti: menyiapkan makanan berbuka puasa, mengajarkan anak anak, medampingi anak anak sekolah, menuntut ilmu, belajar,  membersihkan rumah, menyiapkan pakaian untuk anak dan suami (bagi yang sudah berkeluarga).

Rasulullah SAW Bersabda :

“Dari Abu Sa’id Al Khudriy RadhiyAllah SWTu Anhu “Bahwasanya Rasulullah SAW Bersabda : “Bukankah Wanita itu jika sedang haih dia tidak shalat dan tidak shaum/berpuasa? Itulah kekurangan agamanya.” (HR. Bukhari.)

***

Tidak jarang kadang aku pun protes ke ayah, kenapa harus istirahat ibadah di saat saat penting begini 🙄 dan jawaban ayah selalu “bukannnya semua yang dikerjakan bunda adalah ibadah? dari bangun tidur sampai tidur lagi, apalagi dampingin anak anak”. Jawabannya sih bisa diterima tapi ya sedikit kecewa sepertinya tetap ada yak >_<”

***

Walaupun tidak diperbolehkan shaum dan shalat, sebagai muslimah inshaaAllah tidak akan kehilangan momentum keutamaan dan keberkahan di bulan ramadhan yang segala amalan dilipatgandakan pahalanya,yaitu melakukan amalan-amalan yang dicintai oleh Allah SWT .

Sebelum semua itu, hal yang paling penting adalah Ridho dengan ketentuan Allah SWT. Mempunyai perasaan ridho terhadap ketentuan Allah SWT adalah sesuatu yang sangat penting ada di dalam hati seseorang mukmin.  Ia menandakan keimanan seseorang terhadap qadar dan qadha Allah.  Sifat ridho akan membuatkan seseorang itu menjadi tenang dan bersangka baik dengan Tuhannya.  Dan sifat ridho ini adalah sifat yang mahmudah yang inshaaAllah besar pahalanya di sisi Allah

Berikut ini beberapa ibadah sunnah yang dapat dilakukan saat haid di bulan Ramadhan :

1.Meyediakan dan memberi ifthar (hidangan berbuka), kepada orang-orang yang shaum baik bagi anggota keluarga maupun saudara-saudara umat Islam. Menyiapkan Ifthar adalah amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW , karena mengandung pahala yang besar dan kebaikan yang berlimpah.

Rasulullah SAW Bersabda :

” Barang siapa yang memberi ifthar (hidangan untuk berbuka) orang-orang yang shaum/berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang shaum/berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun”. (H.R. Bukhari Muslim)


2. Menjauhi larangan agama

Muslimah yang bijak tentunya berupaya memanfaatkan setiap detik ketika bulan Ramadhan walaupun ketika sedang haid, dan terhalang menunaikan shaum masih mendapat pahala yaitu dengan berusaha menjauhi segala yang dilarang oleh Agama,dan berusaha menjaga lisan dengan tidak mengunjing dan selalu berusaha berkata-kata yang manfaat. Jadi dengan melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah ketika saat haid untuk tidak melakukan shalat dan puasa, inshaaAllah pun bernilai ibadah.

Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa Tidak meninggalkan perkataan dusta dan ghibah maka tiada artinya di sisi Allah SWT SWT baginya shaum/puasa dari makan dan minum” (HR Bukhari)

3. Memperbanyak berdoa dan berdzikir sepanjang hari

Berdoa dibulan ramadhan adalah sangat mustajab, dan sangat dianjurkan, tentunya sebagai muslimah juga memanfaatkan waktu dengan senantiasa memperbanyak berdoa dan bedzikir setiap saat,

Rasulullah SAW bersabda :

“Dari Abu Hurairah RadhiyAllahu Anhu,Bahwa” Rasulullah SAW Bersabda ““Tidak ada kaum/seseorang yang Berdzikir kepada ALLAH SWT kecuali mereka di kelilingi oleh malaikat-malaikat, di liputi oleh Rahmat, turun kepada mereka ketentraman, dan ALLAH SWT menyebut mereka sebagai orang-orang yang di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

Walau muslimah ketika haid tidak diperbolehkan shalat ,namun demikian ketika adzan usai dikumandakan sangat dianjurkan untuk berdoa dan berdzikir .

Rasulullah SAW bersabda :

“Dari Jabir Bin Abdullah RadhiyAllahu Anhu Bahwa” Rasulullah SAW Bersabda “Barangsiapa mendengar panggilan adzan lalu ia Berdoa ‘Ya Allah Ya Rabb.. Pemilik seruan yang sempurna ini, dan shalat yang akan didirikan, karuniakanlah kepada Rasulullah SAW . Wasilah dan keutamaan dan tempatkanlah ia di tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan’ Akan Mendapatkan Syafaatku kelak pada hari kiamat (HR. Bukhari)

4. Mengingatkan anggota keluarga dalam kebaikan, terutama saudara laki-laki agar senantiasa shalat berjamaah dimasjid

Rasulullah SAWBersabda :

“Dan jikalau mereka mengetahui apa-apa yang ada dalam shalat Isya’ dan shubuh niscaya mereka mendatangi keduanya bahkan mereka akan mencintainya.”
“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan bersama-sama ke masjid di kegelapan dengan cahaya yang sempurna pada hari akhir nanti.”
(H.R At Tirmidzi)

5. Mengingatkan anggota keluarga untuk menunaikan shalat sunnah terutama shalat sunnah dhuha dan shalat sunnah qiyamul lail

Sebagaimana kita telah ketahui bersama bahwa shalat sunnah dhuha dan shalat sunnah qiyamul lail merupakan ibadah yang dianjurkan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Terlebih bila kita menunaikannya di saat bulan ramadhan yang penuh limpahan rahmat dan karunia-Nya,banyak faedah dan keutamaannya.

Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah,lalu duduk dzikir kepada Allah SWT hingga terbit matahari,kemudian shalat dhuha dua rakaat,maka untuknya pahala haji dan umrah,sempurna,sempurna,sempurna .” (HR. At Timidzi)

“Hendaklah kalian mendirikan qiyamul lail,karena dia adalah amalan orang-orang shalih sebelum kalian,jalan untuk mendekatkan pada Rabb kalian,penghapus dosa-dosa,pencegah maksiat, dan penolak masuknya penyakit ke badan”. (HR. At Tirmidzi)

6. Menyibukkan diri dengan menuntut Ilmu yang Manfaat

Salah satu kreteria wanita sholehah adalah selalu bersemangat dalam menuntut ilmu,semangat dalam mengamalkan ilmu nya,dan semangat dalam mengajak orang lain agar mengamalkan ilmunya,dengan demikian di bulan ramadhan ini walau terhalang dengan tidak shaum seyogiyanya menyibukkan diri meluangkan waktu untuk bersemangat menuntut ilmu yang manfaat dunia dan akhirat.

Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut Ilmu, niscaya Allah SWT menunjukkan jalan menuju surga Baginya”. (H.R. Muslim)

“Barangsiapa wafat dalam menuntut Ilmu (dengan maksud) untuk mengidupkan Islam, Maka antara dia dan Nabi-Nabi satu derajat di dalam Surga.”(H.R. At Thabrani)

7. Menghadiri Majelis-Majelis Ta’lim
Setiap bulan Ramdhan pasti banyak sekali majlis ta’lim yang diadakan oleh remaja masjid atau tempat berkerja. Jadi aktiflah untuk menghadiri majlis ta’lim, supaya ilmu agamanya bertambah

8. Membaca Buku-Buku Agama
Sekalipun di sana ada kutipan ayat Al-Quran, namun para ulama sepakat itu tidak dihukumi sebagaimana Al-Quran, sehingga boleh disentuh. Jadi, hal yang tidak apa apa mengisi waktu di masa haid dengan memperkaya ilmu melalui buku islam

9. Mendengarkan bacaan Al Quran
Mendengarkan ceramah, bacaan Al-Quran atau semacamnya. Bahkan lebih baik jika mengulang hafalan Al-Qur’an. Hal ini akan mempertemukan kamu dengan banyak orang yang shalihah, yang bersama-sama mengkaji bacaan Al-Qur’an dan mendengarkan ceramah

10. Bersholawat pada Nabi
Amalan ini sangat mudah dilakukan, baik saat haid atau tidak haid. Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan sebuah keharusan, supaya kelak mendapatkan syafaatnya di hari kiamat. Amin

11. Membaca Al-Ma’tsurat di Waktu Pagi dan Sore
Boleh menyentuh ponsel atau tablet yang ada konten Al-Qurannya. Karena benda semacam ini tidak dihukumi Al-Quran. Sehingga, bagi wanita haid yang ingin tetap menjaga rutinitas membaca Al-Quran, sementara dia tidak memiliki hafalan, bisa menggunakan bantuan alat, komputer, atau tablet atau semacamnya

12. Bersedekah
Memberikan sebagian rizki yang kita miliki untuk orang lain tidak perlu menunggu waktu haid, seperti infak, atau amal sosial keagamaan lainnya. Meski begitu, saat haid, bisa melakukan kegiatan bersedekah ini, karena dalam keadaan haid atau tidak, bersedekah sangat di anjurkan, karena amalannya tidak akan putus

13. Menyampaikan Ilmu
Sekalipun harus mengutip ayat Al-Quran. Karena dalam kondisi ini, dia sedang berdalil dan bukan membaca Al-Qur’an. Intinya Mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat bagi akhiratnya. Sekedar bonus, di hari-hari Ramadhan kita menebar kemanfaatan.

Tulisan ini diambil dari beberapa sumber: disini, disini dan disini.



0 thoughts on “Ibadah Ramadhan saat Haid bagi Wanita”

Leave a Reply


error: Content is protected !!