The Peak of Summer and The Highest Temperature

The Peak of Summer and The Highest Temperature
Panasnya angin sahara yang membuat aspal meleleh

Alhamdulillah Ramadhan sudah hari ke-18, yang artinya sebentar lagi akan tiba 10 hari terakhir. Cobaan berpuasa tahun ini nikmat sekali ^^’ positifthinkingmodeon 😉

Selain kondisi berpuasa di Jerman yang berbeda dengan tanah air, tahun ini Peak of Summer juga diikuti dengan suhu yang sangat tinggi (mencapai 40,2 C). Lumayan juga buat latihan sebelum berada di Makkah ^_^ aaamiiin… 😉

Suhu yang lumayan tinggi ini merupakan efek dari hembusan angin gurun Sahara yang melewati Jerman saat musim panas tahun ini. Merasakan mendapat kiriman anginnya saja, panasnya seperti ini, tidak terbayangkan kalau benar benar berada di gurun sahara 🙄

Temperatur yang demikian tinggi mungkin biasa bagi penduduk gurun ataupun negara 2 musim seperti Indonesia, rumah rumah dengan fasilitas AC dan dengan design bangunan rumah yang memang tinggi dengan ventilasi yang diperuntukkan untuk musim panas. Namun, akan jadi berbeda ketika tinggal disini (Jerman) dengan design bangunan khas musim dingin, langit langit yang rendah, alas lantai yang memang dipasang bahan penghangat untuk menambah hangatnya ruangan dan jarang sekali ruangan berfasilitas AC, melainkan pemanas yang tentunya setiap rumah harus ada.

Panas panas begini memang paling enak dan nyaman kalo berenang yaa, apalagi sambil makan es krim 😀 . Berhubung masih dalam suasana berpuasa, kami hanya menghabiskan waktu weekend di rumah, anak anak ya bolak balik mandi dan main air aja 🙂

Dampak dari suhu tinggi ini juga membuat aspal di beberapa jalan meleleh sehingga membuat macet di berbagai titik kota di Jerman. Aspal aja meleleh yak… masya Allah  >_<”


Menu berbuka puasa
Menu berbuka puasa

 

Menu berbuka puasa
Menu berbuka puasa

 

Tenda yang disediakan. Saat kami datang, sudah hampir penuh
Tenda yang disediakan. Saat kami datang, sudah hampir penuh

 

Tenda khusus Perempuan (kiri) dan Laki laki (kanan)

 

pintu masjid khusus perempuan
pintu masjid khusus perempuan

Sabtu kemarin, kami berbuka puasa bersama di Masjid Turki, berharap merasakan berbuka puasa bersama umat muslim lainnya, biar Ramadhan terasa meriahnya bagi anak anak. Dan kali aja malam hari di luar suhunya dingin, tapi ternyata tetap panas juga 😛

Fyi, disini toko dan restaurant tutup sejak pukul 19.00-20.00, jadi agak sulit rasanya berbuka di luar rumah pada pukul 21.30. Kalaupun ada biasanya restaurant Turki yang masih buka dan itupun jumlahnya terbatas 🙂

Masjid Mannheim Külliyesi, masjid yang cukup besar dengan 3 lantai dengan pelataran halaman parkir yang luas. Letaknya strategis dan berdekatan juga dengan toko Halal Turki yang cukup besar di Mannheim, Hudaverdi. Tenda untuk buka bersama pun didirikan di pelataran luas tersebut dan mampu menampung lebih dari 100 orang. Seru ya?

Buka puasa di luar seperti ini, tentunya pulang ke rumah hampir tengah malam, karena kan buka juga sudah di jam 21.30 lalu shalat dan makan. Hari itu pun kami sampai di rumah jam 23.40. menunaikan waktu isya dan tarawih lalu tidur sebentar kemudian bangun sahur lagi jam 02.00 pagi. Prakteknya sih aku ya ga bisa tidur, khawatir bablas sahur 😀

Pukul 23.20 di luar rumah
Pukul 23.20 di luar rumah
jam 23.20 di luar rumah
jam 23.20 di luar rumah


0 thoughts on “The Peak of Summer and The Highest Temperature”

    • Tidak hanya penampakannya yang enak, tapi tastenya juga enak hihihihi ^_^, apalagi ga pake ikutan masak. Ga semua bisa dimakan termasuk baklavanya, perut sudah ga mampu, khawatir malah ga bisa shalat. Padahal aku penggemar baklava ;) aaamiiin iya semoga segera berlalu. Oiya hari ini akan ada Thunderstorm ya, di Mannheim baru saja rintik rintik :)

Leave a Reply


error: Content is protected !!