Ramadhan Kareem…

Ramadhan Kareem…

Ramadhan Kareem….
Selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Semoga Allah menerima amalan ibadah kita, inshaaAllah aamiiin…


Ucapan Ramadhan di hari ke-6 sepertinya telat banget yak, yaaa better late than never lah yaaa…

Sejujurnya aku sudah nulis di awal Ramadhan lalu, cuma tiba tiba tulisan itu hilang karena sesuatu hal dan yang pasti aku lupa ctrl s hiks . Saat mengetahui tulisan yang udah diketik panjang hilang tanpa bekas, mood nulis langsung ambruk (red: malas) 😛

Tahun ini tahun kedua aku dan anak anak menjalani Ramadhan di Jerman. Kali ini suasana Ramadhan sudah kami nantikan sejak berakhirnya musim dingin di bulan Februari. Merasakan gerakan matahari terbit lebih pagi dan terbenam semakin terlambat mengindikasikan kalau sebentar lagi akan summer dan Ramadhan akan datang, yang memang selalu bertepatan saat puncak summer.

Berkahnya, kami merasakan puasa selama 19 Jam dengan puncak summer di hari ke 10 Ramadhan. Lamanya waktu puasa yang fantastis memang tampak WOW sekali. Itu pun yang saya fikirkan saat belum tiba di Jerman. Namun, ketika dijalankan alhamdulillah baik baik saja. Mungkin yang terasa berat adalah ibadah shalat malam karena waktu masuk shalat yang malam sekali.

Waktu shalat Magrib di saat summer seperti sekarang, sekitar pukul 21.30 dan shalat isya pukul 23.30. Menurut fatwa ulama disini, keadaan ini memungkinkan memang untuk di jama’ taqdim namun tentunya akan ketinggalan satu shalat Rawatib bada’ maghrib, ya ga? Sedangkan saat Ramadhan ini kan hal yang spesial shalat tarawihnya. Mau nungguin isya rasanya ngantuk banget, kalo tidur dulu ya bangunnya pas sahur jam 2 malam, itu pun shalat nya mesti kaya diuber uber waktu sahur, bukan jadi cepet cepet siiih tapi bentar bentar ngeliatin jam khawatir sudah mau adzan subuh :mrgreen:

Pada akhirnya…inna ma’al usrii yusraa…bisa karena biasa dan lama lama jam tidur pun terpola sendiri 🙂


Tips menyiasati puasa Ramadhan yang cukup lama, tentunya pola makan saat berbuka dan sahur menjadi penting. Ingat ya pola makan buka menu makanan 😀

Memperbanyak sayur, buah, air putih dan hanya sedikit karbohidrat. Pengalamanku kalau sudah makan utama dengan banyak karbohidrat perut terasa cepat penuh dan saat sahur sudah ga ingin makan apa apa lagi 🙂 Kalau untuk lauk ya tetap makan secukupnya.


Bagaimana dengan waktu shalat?

Kota Mannheim terletak di Negara bagian Baden-Württemberg dengan posisi Lintang Utara 49.4889° N dan Lintang Selatan 8.4692° E, hampir masuk kategori negara dengan High Latitudes. Kalo hampir berarti tidak termasuk yaaaa 🙂

Mannheim
Sehingga waktu shalat dan puasa pun tetap mengikuti waktu lokal Mannheim yang hari ini (25 Juni 2015), Jadwal Sholat sbb:
islamic finder
Catatan tambahan untuk waktu shalat Magrib dan Isya, terhitung sejak tanggal 18 Mei sesuai dengan Fatwa Ulama Muslim di Jerman (Rat der Imame und Gelehrten in Deutschland e. V), diperbolehkan untuk menjama’ taqdim shalat Magrib dan Isya. Dikarenakan waktu malam saat Magrib dan Isya tidak dapat dibedakan antara keduanya.

“In Deutschland ist es grundsätzlich zulässig, in der Zeit vom 18. Mai bis zum 08. August das Maghrib- und `Ischā-Gebet (= Das Abend- und Nachtgebet) zusammenzulegen. Das Zusammenlegen bedeutet hier, dass das eine Gebet verrichtet und vollendet wird. Und unmittelbar im Anschluss daran wird das nächste Gebet ebenfalls ohne einen Zeitabstand vollständig verrichtet. Grund für diese Zusammenlegung ist die Schwierigkeit bei der sicheren Feststellung des zeitlichen Eintretens des Nachtgebets, das an das Ende der Abenddämmerung (= die Sonne ist 18 Grad unter dem Horizont) festgemacht wird.”

Jadi supaya isya nya tidak terlewat karena mengantuk, lebih baik di jama’ saja sekalian. InshaaAllah aturan islam tidak memberatkan dalam beribadah 🙂

***

Tidak berbeda dengan kegiatan sehari hari di luar bulan suci Ramadhan, aktivitas disini tetap jalan seperti biasa, anak anak tetap sekolah seperti biasa dan mengikuti berbagai kegiatan tambahan sekolah. Apalagi saat summer seperti ini, biasanya sekolah memiliki banyak kegiatan di luar, seperti theater, explore science, observasi ke park atau hanya sekedar ke playground di dekat sekolah.

Saat aku sekolah bahasa di Volkhochschule Mannheim pun tidak ada perlakuan istimewa. Semua berjalan seperti biasa. Saat itu aku ambil sekolah malam, dari pukul 18.00 – 21.15 dan harus buka saat perjalanan pulang ke rumah. Memang guru yang mengajar di kelas faham mengenai Ramadhan dan aktivitas puasa bagi muslim dan tidak jarang beliau pun memberikan dispensasi waktu untuk pulang lebih cepat mungkin juga karena melihat yang sedang berpuasa udah pada lemes kali ya, sedikit bicara dan ga konsen 😛

Sebagai evaluasi kegiatan ibadah di bulan ini, aku pun membuat daftar target dilengkapi dengan hiasan bintang sebagai reward untuk ditempelkan. Evaluasi ini dibuat supaya anak anak lebih bersemangat menjalankan ibadah dan tentunya bangga dengan hasil reward yang dimiliki. Biasa juga membuatnya dalam bentuk mind mapping atau bagan pohonyang akan diisikan berbagai daun, buah sebagai reward, dan banyak lagi ide lainnya.

Waktu Ramadhan bertepatan dengan musim panas, yang memang pada saat musim ini, anak anak banyak kegiatan tambahan di luar lingkungan sekolah,  seperti festival olahraga, Menonton pertunjukkan Theater dan Exploring science. Aku tidak terlalu memaksa anak anak untuk puasa saat kondisi cuaca panas sekali atau saat kegiatan di luar. Walaupun begitu, kakak sangat disiplin dan ingin sekali berbuka bersama di saat Magrib pukul 21.30 (y)

Sampai hari ini, sudah 4 hari kakak Afiqah benar benar merasakan puasa 19 jam dengan cuaca mendung hujan dan suhu yang mendadak turun jadi 14C. Yaaa walaupun suhu demikian rendah, namanya berpuasa lama tentunya tetap tidak mudah. Kadang aku agak bingung dan dilema, karena sesekali aku mengajaknya berbuka saat adzan ashar misalnya, tapi kakak tetap tidak mau dan minta sampai Maghrib, bahkan sampe nangis.

Kondisi puasa lama ini membuat dia lebih cepat merasa lemas dan cepat capek berpikir saat di sekolah. Dan hal ini menjadi perhatian gurunya. Saat aku jemput, kulihat dia bercakap cakap dengan guru kelasnya di depan pintu sekolah, yang memang saat itu beliau ingin bertemu denganku untuk bicara juga masalah puasa Afiqah. Gurunya menjelaskan anak anak perlu asupan cukup untuk belajar dan tidak harus ikut Ramadhan, dsb dsb. Sebagai seorang non muslim ya wajar saja beliau bicara demikian dan aku pun tidak ambil pusing untuk menjelaskan panjang kali lebar, cukup bilang Afiqah yang ingin sendiri dan aku jelaskan pula kenyataannya, kalau setiap hari aku membawakannya minum dan makanan tapi sama sekali tidak disentuh.

Dan betapa terkejutnya aku saat tiba di rumah, kakak nangis meminta untuk tetap terus berpuasa duh gini ini dilema , kayanya sebagai ibu yang terus menerus meminta anaknya buka puasa saat adzan sholat merasa bersalah, anaknya bersikukuh ibadah, aku yang khawatir dia ga kuat 🙁

Sempat aku berkonsultasi dengan berberapa teman yang sudah kuanggap sangat dekat sekali dan sudah lama tinggal di Jerman, ternyata inilah salah satu ujian istiqamah beribadah disini dan tentu masih banyak lagi yang lainnya. Semoga Allah senantiasa mengiringi jalan kami, jalan yang sesuai dengan petunjukNya, inshaaAllah aamiiin….

Fyi, aturan mengenai urusan anak seperti asupan makanan, pakaian dan pendidikan disini cukup ketat diawasi. Jika kita tetap membiarkan anak demikian diikuti dengan kegiatan normalnya tanpa ada dispensasi, hal yang mungkin,  orang tua akan dilaporkan ke Jugendamt (Badan yang mengurus mengenai anak anak) dan orang tua bisa terkena sanksi atau anaknya akan diambil oleh negara akibat kelalaian orang tua. Jadi inshaaAllah dispensasi yang dilakukan pun dikarenakan kondisi lamanya waktu puasa, kondisi cuaca dengan kelembaban yang rendah, dsb dsb

Pada akhirnya, sekarang… setiap pulang sekolah kakak kasih laporan kalau bekalnya habis dan juga minum. Lalu di rumah dia minta untuk melanjutkan puasa hingga magrib. Pengecualian, jika ada kegiatan tambahan di luar seperti sport club atau kelas bahasa Jerman, dia tetap minum dan makan bekal di sana dan lanjut berpuasa saat tiba di rumah. Terdengar aneh, namun itulah yang terbaik inshaaAllah yang bisa dilakukan. Yang terpenting suasana semarak Ramadhan tetap dirasakan dari gubuk kecil kami <3 <3 <3



10 thoughts on “Ramadhan Kareem…”

Leave a Reply


error: Content is protected !!