Cilok

Hayoooo, Siapa yang ga tau cilok? Aku kenal cilok pas kuliah tapi jarang juga jajan cilok. Bukan apa apa, aku tipikal anak yang ga suka jajan di luar karena pasti selalu bawa bekal, jadi ga heran rada kuper urusan per cafe an hahahahaha…. *elus elus celengan ayam*

Cilok ini makanan khas Jawa Barat, karena itulah aku kenal cilok saat berkuliah di Bogor, di lampung ga ada heheheh adanya pempek sama bakso 😛

Cilok terbuat dari tepung tapioka, yang disajikan bersama saus kacang, kecap dan saus sambal/tomat. Bentuknya bulat seperti bakso dan kenyal dari tepungnya. Cilok bisa dibuat tanpa isi, atau bisa juga dengan isian daging giling, telur rebus potong atau isian lainnya. Dan sejauh ini sih, aku hanya membuat tanpa isi, soalnya ribet klo pake ngisi segala 🙄

Yuk ahh buat, mudah banget kok…resepnya dari sharing teh ricke… terimakasih resepnya ya teh 😉

Cilok

Ingredients:
400 ml air kaldu ayam, daging atau udang
200 gram tepung tapioka/ di Jerman aku menggunakan Kartoffelmehl
200 gram tepung terigu
3 sdt garam
1 sdt gula pasir
1/2 sdt lada
1/2 sdt ketumbar
4 batang daun bawang, potong halus
2 liter air di panci untuk merebus cilok

How to:
1. Dalam wadah besar yang bersih, campurkan tepung terigu, daun bawang dan tepung tapioka, aduk rata dan sisihkan
2. Siapkan panci berisi air kaldu, masukkan garam, gula, lada dan ketumbar, masak hingga mendidih
3. Tuang kaldu yang mendidih ke wadah berisi tepung yang sudah dicampur, aduk menggunakan spatula atau sendok kayu hingga rata, jika dirasa kurang air tambahkan sedikit sedikit sehingga adonan bisa dipulung
4. Didihkan air untuk merebus cilok, lalu bentuk bulat bulat adonan cilok dan masukkan ke dalam air mendidih. Cilok yang matang akan mengapung di air mendidih dan bisa diangkat, sisihkan. Lakukan hingga adonan cilok habis

Cilok yang sudah matang, biasa disajikan dengan kuah sambel kacang, kecap dan saus tomat. Berikut resep saus kacangnya…

Saus kacang praktis ala melly

Ingredients:
3 siung bawang putih, goreng, haluskan
1 sdt garam
1 sdt gula pasir
1/2 sdt lada
3 sdm kecap manis
3 sdm munjung Pandakaas/ Selai kacang
200 gram kacang tanah matang, blender kasar, aku pakai kacang black pepper kemasan, jadi tinggal serrr di blender, ga perlu gegorengan hehehe
500 ml air mendidih, ditambahkan sedikit sedikit hingga di rasa cukup kekentalannya
jika ingin pedas, tambahkan 5 cabe rawit yang sudah direbus, haluskan (aku buat sambal terpisah, supaya anak anak pun juga bisa ikut menikmati)

How to:
1. Haluskan bawang putih yang sudah digoreng dengan garpu, masukkan selai kacang, kacang yang sudah di blender kasar,  garam, gula, lada, aduk rata. Tambahkan air panas sedikit demi sedikit, lalu beri kecap, aduk rata
2. Sajikan dengan tambahan kecap dan saus sambal jika suka

Note:
Untuk resep cilok ini, cilok yang dihasilkan saat sudah dingin, tengahnya agak sedikit keras dan kurang kenyal. Mungkin karena perbandingan terigu dengan tapioka 1:1 ya, next time harus dicoba lagi perbandingan yang pas supaya tetap empuk walau sudah dingin. Pada prakteknya sih, saat mau disajikan aku kukus dulu supaya ciloknya empuk 😉

Biasanya kalo buat cilok, aku juga buat pempek tanpa ikan, ribetnya sekalian 😀



0 thoughts on “Cilok”

  • Komentar perdana nih di blogmu.. Uniknya kalo di kampung halamanku di Cianjur, cilok udah bisa dibeli di supermarket, di bagian jajanan pasar. Harganya 5000 rupiah per kantong isi 5 butir..
    • Mba Emmy, baru tau aku kalo ada cilok di supermarket, hihihi... jadi lebih higienis dong yak, ga kena asap knalpot, hehehehe... Nanti kalo kesempatan main ke ciganjur, kucari ahh di supermarket ;)

Leave a Reply


error: Content is protected !!