Kentang Pure dan Ayam Goreng Tulang Lunak


Kentang Pure dan Ayam Goreng Tulang Lunak
Selamat Ulang Tahun NCC Selamat 1 Dasawarsa, semoga menjadi komunitas yang berkah dan manfaat untuk banyak orang, makin sukses, kreatif dan sesuai motonya inshaaAllah sama sama masuk surga aamiin….
Ternyata umur milis yang dibuat sebagai hadiah ulang tahun istri yang diberikan oleh suami ini sudah menginjak 10 tahun. Tahun 2010, aku mulai ikutan milis NCC, beragam sharing info resep, tips trik bahkan urusan kue bantet aku dapatkan disini. Milis ini mengantarkanku masuk dunia yang menyenangkan dan membuat kewajiban sebagai Ibu Rumah Tangga terasa lebih semangat. Bayangkan saja, memiliki anak yang masih balita sulit rasanya meninggalkan rumah untuk bekerja lalu memberikan pengasuhan kepada orang lain apalagi ditambah dengan sulitnya mencari orang yang tepat. Ternyata dari kreasi dapur inilah aku memulai usaha rumahan yang semua dikontrol dari rumah. Mengatur urusan anak anak dan rumah ditambah pesanan yang kerap kali dilakukan setelah anak anak tidur. Tidak hanya urusan recehan yang dikumpulkan, tapi sejatinya disini aku ketemu teman teman dari segala kalangan, umur dan latar belakang. Sharing sama sama dari daerah masing masing, bahkan kopdar atau kopi darat untuk sekedar tatap muka, silaturahmi ditambah latihan bareng atau latbar dan tidak lupa berbagi potluck untuk saling mencicipi buatan dapur masing masing.
Melihat 4 tahun kebelakang saat aku benar benar ga kenal oven, mixer bahkan baru akrab dengan kompor rasanya ga percaya sekarang bisa membuat macam macam kukis, kue, hias kue, snack tradisional, modern, dan banyak lagi. Apalagi ditambah sejak setahun lalu pindah ke Jerman. Pengetahuan di dapur membuat lebih mudah beradaptasi dengan makanan lokal disini. Jikalau sedang kangen snack tradisional, tidak perlu bingung tapi bisa mandiri mengolah sendiri. Bahkan memperkenalkan ke teman teman Jerman dan tetangga berbagai makanan tradisional khas Indonesia. Alhamdulillah….
Menyambut 1 Dasawarsa NCC mengadakan NCC Week Pangan Lokal. Seru banget pastinya apalagi mengangkat tema Pangan Lokal yang memang sekarang menjadi program pemerintah. Pangan itu sendiri memiliki artian sebagai kebutuhan dasar pokok manusia selain sandang dan papan. Dimana kebutuhan berperan sebagai sumber gizi. Kebutuhan akan pangan tentunya akan meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk dan secara otomatis perlu adanya ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk yang jumlah terus meningkat. Ketahanan pangan ini meliputi kecukupan pasokan dan aksesibilitas atau daya jangkau terhadap kebutuhan pangan tersebut. Seperti kita ketahui bahwa hampir 60% seluruh penduduk Indonesia mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok dan belum tercapainya swasembada sehingga harus impor. Nilai kebergantungan terhadap beras yang cukup tinggi ini belum ditambah dengan kebutuhan akan terigu atau gandum yang kenyataannya juga masih impor. Untuk itu dengan adanya Program Ketahanan Pangan Lokal diharapkan pemenuhan akan karbohidrat yang terkandung di dalam beras maupun gandum dapat disubtitusi oleh berbagai hasil bumi lokal daerah setempat, seperti singkong atau ubi kayu, kentang, jagung dan sagu. Di berbagai daerah seperti di gorontalo, madura dan papua,  sagu dan jagung sudah dapat menggantikan beras. Dengan kreatifitas resep pengolahan beberapa hasil pangan lokal ini diharapkan kita dapat membantu mengurangi kebergantungan impor dan tentunya meningkatkan kesejahteraan petani dalam negeri.
Untuk meramaikan NCC Week Pangan Lokal kali ini, aku mencoba memadukan Ayam Goreng Tulang Lunak dengan kentang yang ditumbuk ditambah dengan lalapan serta sambal khas Indonesia. Ternyata padu padan yang dibuat tidak kalah nikmat dengan kudapan menggunakan nasi apalagi ditambah sambal dan lalapan ^__^ Yuk di intip resepnya….

Kentang Pure dan Ayam Goreng Tulang Lunak

Kentang Pure dan Ayam Goreng Tulang Lunak
Bahan :
500 gram Kentang, kupas, rebus/kukus dan haluskan
sedikit Lada hitam untuk taburan kentang
1 kg ayam bagian paha (paha atas dan paha bawah), biasanya 4-5 potong, tergantung besarnya ayam
4 lembar daun pisang, selebar ukuran panci tekan/ presto
2 bh serai, memarkan
6 lembar daun salam
4 cm lengkuas, memarkan
50 ml santan kental
2 cm jahe, memarkan
4 lembar daun jeruk
1 buah jeruk nipis
1 sdt ragi instan/ bisa digantikan dengan Baking Powder
Bumbu halus:
8 bawang merah
4 bawang putih

5 butir kemiri

 2 cm kunyit/ 1 sdt kunyit bubuk

1 sdt ketumbar
sedikit minyak untuk menumis
Cara membuat:
1. Bersihkan ayam, lalu siram dengan air jeruk nipis sisihkan
2. Haluskan bumbu halus dengan sedikit minyak, masukkan bumbu kasar lainnya (daun salam, daun jeruk, serai, lengkuas, jahe) matikan api dan terakhir masukkan santan dan ragi instan
3. Lumuri ayam dengan bumbu, diamkan 30 menit di dalam kulkas
4. Siapkan di dalam panci tekan/ presto, dari bagian dasar, daun pisang lalu daun salam, serai, jahe dan lengkuas
5. Letakkan ayam di dalam panci tekan dan semua bumbu halus dimasukkan
6. Masak Ayam dengan panci tekan. Ketika panci mendesis kecilkan api dan masak selama 1-1,5 jam, tergantung jenis ayam yang digunakan (ayam kampung atau ayam pedaging, dsb)
7. Matikan api dan biarkan panci hingga tidak berdesis lagi atau tekanannya sudah normal
8. Buka panci lalu angkat ayam perlahan karena takut hancur, goreng dengan mnyak yang cukup panas
9. Sajikan dengan kentang tumbuk yang diberi taburan lada hitam, lalapan dan sambal.
Alhamdulillah, mudah dan cepat membuatnya, dijamin bakal nambah terus kentang purenya karena ternyata cocok banget dimakan dengan ayam, sambal dan lalapan ^__^

Selamat Mencoba ^__*

 

 

Kentang Pure dan Ayam Goreng Tulang Lunak



0 thoughts on “Kentang Pure dan Ayam Goreng Tulang Lunak”

Leave a Reply


error: Content is protected !!