Mimpi dan cita-cita….

Bercermin…melihat pribadi sendiri….

Mimpi dan cita cita itu sebaiknya dicicil, bukan dikerjakan semalam suntuk, hasilnya ga bakal baik yang ada gagal dan badan terforsir, Capek !

Sama halnya membangun istana di surga, ga bisa beribadah hanya semalam langsung jadi, Cling !! Ada juga selama hidup semua ibadah dikerjakan, ya layaknya mencicil kan?
Muhasabah diri, kontemplasi, merenung waktu…..
Umur sudah hampir 30 tahun, kapankah kematian itu datang? Aku, kamu, dia, mereka, kalian pun tak tau, tapi Kematian itu pasti !
Apa yang sudah saya perbuat? untuk orang lain, diri sendiri, orang tua, agama… sudah lunaskah cicilan rumah akhirat yang akan aku tinggali nanti? sudah cukupkah amal jariyah yang akan membantu cicilan akhirat nanti? Berapa banyak orang yang sudah diminta maafnya akibat ucapan lidah yang tak bertulang yang menyakiti? Karena itu, lebih baik diam daripada mengucapkan sesuatu yang membully, menyakiti, merendahkan, mempermalukan orang lain…
Jika ingin berbuat baik saja ditanggapi dengan tidak baik apalagi berbuat yang tidak baik toh? Kebaikan sebijih zarah, tak perlu menantikan manusia lain untuk membalas, bukankah Allah menjanjikannya di dalam Al-Quran? Menangis disakiti lebih baik daripada membalas perkataan yang tidak nyaman didengar. Menangis bukan berarti cengeng, melainkan memohon pada yang Maha Pemilik untuk menjaga hati dijauhi penyakit hati, menjaga lidah untuk mengucap setajam pedang dan menjaga diri untuk menghormati pendapat orang lain…
Mohon maaf lahir dan batin…
Semoga Allah SWT mengumpulkan kita di Jannah abadinya kelak, aamiiiin….



0 thoughts on “Mimpi dan cita-cita….”

Leave a Reply


error: Content is protected !!