Visa Kumpul Keluarga ke Jerman

Visa Kumpul Keluarga ke Jerman

Sebelum membaca artikel ini, sebaiknya membaca ini dulu….

Bismillahirrahmanirrahiiim…

sudah lama ingin nulis sharing pengalaman bagaimana bisa berkumpul keluarga di Jerman. Aku seorang istri dari calon Phd yang berstatus student (di Jerman seorang calon Phd bisa juga berstatus sebagai Mitarbeiter/ pekerja) dan mempunyai 2 orang anak.

Suami mendapatkan Stipendium/ Beasiswa dari Dikti yang memang tidak memiliki wewenang/ surat sakti untuk bisa membawa keluarga berkumpul di  Jerman. Jika kamu pemegang beasiswa DAAD maka satu point lebih, DAAD bisa memberikan surat sakti khusus untuk membawa keluarga dan pihak Kedutaan Jerman di Jakarta tentunya akan meloloskan visa kumpul keluarga. Namun, Beasiswa ini terbatas untuk beberapa bidang research/ studi, jadi hanya orang bidang tertentu yang dapat mendaftar beasiswa ini, informasi detail silahkan cek disini.

 

Dikarenakan beasiswa Dikti yang tidak memiliki surat sakti untuk menjamin keluarga bisa berkumpul, tentunya memberikan konsekuensi 50:50 untuk bisa berangkat ke Jerman, tapi inshaaAllah yakin hanya pada Allah, niat baik untuk berkumpul keluarga akan punya jalannya sendiri.

Manusia boleh menghalangi dengan cara apapun, bukankah Allah yang punya kehendak? Jadi Yakin hanya kepadaNya….

 

Awal suami mendapatkan keputusan Phd dan beasiswa hingga hari keberangkatan sangat singkat, sekitar 4 bulan. Bulan Oktober 2012 suami berangkat ke Jerman dari Bandara Soetta dan aku tidak bisa mengantar karena baru melahirkan anak kedua dan si kecil sekitar umur 5 bulan.

Sebelum suami berangkat, walau kami pun belum yakin bisa berkumpul atau tidak, kami mengurus segala legalisasi berkas pernikahan, akte kelahiran dsb terlebih dahulu. Jadi saat suami sudah berangkat aku hanya konsen pada ujian Bahasa Jerman level A1 dan beberapa berkas yang diperlukan saat mendaftar visa kumpul keluarga, termasuk legalisasi akte kelahiran dan akte nikah di kedutaan Jerman.

Legalisasi kedutaan aku lakukan menjelang pendaftaran visa, karena menurutku hal ini akan dilakukan jika kami ber3 benar benar bisa menyusul ke Jerman.

 Hal-hal yang aku persiapkan ketika memutuskan akan berkumpul keluarga di Jerman :
1. Membuat Paspor
Ini kali pertamanya aku dan anak anak ke Luar Negeri, jadi pertama kali nya kami membuat passport. Saat itu aku mendaftar passpor sekalian ber 4, karena passpor ayah juga harus diperbaharui dan kami mendaftarnya secara manual, step stepnya :
 
Alamat  Kantor Imigrasi Kelas II Depok
Komp PRKT Pemda , Jl.Boulevard Raya, Grand Depok City (Satu Blok dengan kantor DPRD dll)
Telp: (021) 77820520
 
 Kunjungan Pertama
  • Beli Formulir yang sudah di bubuhi materai 6000 beserta Map Rp.12.000 di tempat foto copy kantor imigrasi.
  • Mengisi Formulir dengan Pulpen warna Hitam dgn penulisan huruf KAPITAL,pada isian formulir pilih pembuatan pasport baru perorangan 48 halaman
  • Setelah formulir di isi lengkap masukan kedalam map beserta syarat syarat berupa: foto copy KTP yang telah di perbesar ½ halaman, foto copy Akte lahir, foto copy Kartu keluarga, foto copy surat nikah, foto copy ijazah, foto copy NPWP bila ada, Surat keterangan bekerja dari tempat kerja.
  • Setelah berkas di dalam map lengkap, berkas diserahkan ke petugas yang ada di depan pintu masuk untuk di periksa kelengkapannya,bila sudah lengkap maka bisa ambil nomer antrian untuk antri di loket 1 (Loket penyerahan berkas)
  • Sambil menunggu di panggil,siapkan kelengkapan syarat syarat yang ASLI yaitu : KTP,Akte Lahir,Kartu Keluarga,Surat Nikah,Ijazah,NPWP untuk di periksa oleh petugas apakah berkas yang di foto copy sesuai dengan aslinya
  • Saat di panggil menuju Loket 1 , berkas foto copy di map beserta syarat- syarat asli di periksa oleh petugas apakah berkas yang di foto copy sesuai dengan aslinya
  • Setelah selesai di periksa berkas yang ASLI di kembalikan dan berkas di dalam map diproses untuk pengajuan passport,kemudian petugas akan memberikan Surat Tanda Serah Terima berkas permohonan SPRI ,di kwitansi tersebut akan di tuliskan tanggal dan hari untuk wawancara dan foto
Kunjungan Kedua
  • Datang sebelum jam 8 pagi untuk ambil nomer antrian foto dan wawancara dengan menukarkan Kwitansi Surat Tanda Serah Terima Berkas Permohonan SPRI dengan nomer antrian.
  • Pada panggilan pertama menuju ke loket 5 untuk melakukan pembayaran sebesar Rp.255.000 dan akan mendapatkan lembar kwitansi bukti pembayaran,kemudian duduk kembali untuk menunggu panggilan ke 2.
  • Pada panggilan kedua akan dilakukan foto biometrik di pintu nomer 6 atau 7(saat foto wajib pake kemeja) dan scaning sidik jari di mulai dari ibu jari tangan kanan,telunjuk,jari tengah,jari manis dan kelingking,kemudian ibu jari tangan kiri,telunjuk,jari tengah,jari manis dan kelingking
  • Kemudian keluar untuk menunggu panggilan ke 3
  • Pada panggilan ketiga akan di lakukan wawancara seputar berkas yang ada di map beserta alasan untuk pergi keluar negri contoh: sekolah, jalan-jalan, pelatihan, seminar dll,setelah di wawancara akan di berikan kwitansi berupa Tanda Terima Penyerahan SPRI dan akan di beri tahu hari dan tanggal pengambilan.
Kunjungan ketiga
  • Pengambilan passport dengan membawa kwitansi Tanda Terima Penyerahan SPRI,kwitansi Tanda Terima Pembayaran dan KTP
  • Waktu Pengambilan passport dari Jam 13.00 – 15.00
 
atau bisa juga mendaftar secara online, bisa dilihat disini
 
2. Legalisasi Buku Nikah
                a. Legalisasi di tempat dikeluarkannya akte nikah (KUA)
Kami menikah di Lampung, jadi kami mengurusnya di lampung, tempat dimana kami menikah tahun 2007. Fotokopi 3x, lalu minta dilegalisir (gratis). Jangan lupa pastikan nama tidak ada yang berbeda satu huruf pun dengan akte kelahiran masing masing ya.
Lokasi : Tergantung KUA dimana tempat menikah
Biaya : Gratis
Proses : Saat itu juga
 
                b . Legalisasi di Kementrian Agama Jakarta
 Lokasi : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementrian Agama Republik Indonesia Bagian Kepenghuluan (Lantai 7) Jalan MH. Thamrin Nomor 6 Jakarta Pusat 10700 Telefon: 021-3920245 (Bagian Kepenghuluan) 021-3811429 (Bagian Tata Usaha) Fax: 021-3920449 http://bimasislam.kemenag.go.id
Biaya : gratis
Proses : hari itu juga jadi
Dokumen yang dibawa : Buku nikah asli dan fotokopiannya rangkap 3 yang sudah dilegalisir KUA setempat/KUA kecamatan
 
Setelah dilegalisir di Kementrian Agama, lakukan persiapan untuk legalisir di Kemenkumham :
1. fotokopi legalisirnya rangkap 3
2. Materai 6000
3. Map 2 buah
4. Fotokopi KTP
Tempat Fotokopi terdekat di gedung BPPT (kantin pujasera BPPT lantai 2) sebelahan sama gedung Kementrian Agama. Kalau ga ketemu tanya satpam aja.
 
                c. Legalisasi di Departemen Hukum dan Ham Jakarta
Lokasi : Kantor Kementrian Hukum dan HAM – Dirjen AHU (Administrasi Hukum Umum)
Jl Rasuna Said no.8 Kuningan Jakarta (depan GOR Soemantri/dekat dengan Pasar Festival)
Halte busway terdekat  Halte busway GOR Soemantri
Biaya : Rp. 30.000,-
Proses : 3 hari kerja

Dokumen yang dibawa : Map 2 buah, Buku nikah asli beserta fotokopiannya rangkap 3 yang sudah dilegalisir Kemenag Pusat, fotokopi KTP, materai 6000
 
Legalisasi dilakukan di loket 11 dengan mengambil nomor antrian, pastikan dokumen yang dibawa sudah lengkap semuanya. Proses hasil legalisasi ontime jadi luangkan waktu 3 hari berikutnya.
 
                d. Legalisasi Kementrian Luar Negeri Jakarta
Lokasi : Departemen Luar Negri Dirjen Protokol dan Konsuler – Loket Layanan Publik
Jl. Pejambon No. 6, Jakarta
Halte busway terdekat : Halte Deplu. Masuk melalui gerbang terdekat dari halte Deplu. Jalan terus ke arah Stasiun Gambir sampai bertemu tulisan Loket Layanan Publik. (Jangan ragu untuk tanya, dimana lokasi loket ini)
Biaya : Rp. 10.000,-
Proses : 1 hari kerja (dokumen selesai keesokannya). Sebelum ke loket, ada formulir permohonan legalisir yang harus diisi, bisa diambil di depan loket.
 
Dokumen yang dibutuhkan: Map berwarna KUNING, buku nikah asli yang sudah dilegalisir kemenham dan fotokopinya, Fotokopi KTP, Materai 6000
 
3. Legalisasi Akte Kelahiran dari kantor yang mengeluarkan akte tersebut
                a. Legalisasi Akte Kelahiran Suami
Akte kelahiran suami menggunakan versi yang lama, jadi sekalian legalisasi, kami mengubah akte versi yang terbaru. Legalisasi Akte dilakukan dibelakang akte. PERHATIKAN nama di akte harus benar dan sesuai dengan nama di paspor
                b. Legalisasi Akte Kelahiran Istri
Akte kelahiranku juga menggunakan versi yang lama, jadi sekalian legalisasi kami mengubah akte versi yang baru. Karena lokasinya luar propinsi dan cukup jauh, diwakilkan dengan mengirimkan akte asli dan surat kuasa. Legalisasi Akte dilakukan dibelakang akte. PERHATIKAN nama akte harus benar dan sesuai dengan nama di paspor
                c. Legalisasi Akte Kelahiran Anak 1
Legalisasi Akte dilakukan dibelakang akte. PERHATIKAN nama akte harus benar. Seperti halnya buku nikah, legalisasi akte kelahiran juga dilakukan di Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Luar Negeri (Lihat Poin 2).
                d. Legalisasi Akte Kelahiran Anak 2
Legalisasi Akte dilakukan dibelakang akte. PERHATIKAN nama akte harus benar. Sempat bolak balik mengurus akte Aqila, karena hasil nama di Akte ada kesalahan, jadi jangan sampai salah nama, salah huruf satu pun. Seperti halnya buku nikah, legalisasi akte kelahiran juga dilakukan di Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Luar Negeri (Lihat Poin 2).
 
4. Translete Jerman dan Legalisasi dari Kedutaan Jerman di Jakarta
Setelah buku Nikah pada point 2 dan akte kelahiran anak pada point 3 dilegalisir ,bisa diterjemahkan dalam bahasa Jerman. Daftar penerjemah tersumpah aku dapatkan dari Web Kedutaan Jerman di Jakarta disini. Aku menggunakan jasa Pak Akhmad Robbani dan menghubungi beliau lewat email dan mengirimkan akte kelahiran asli melalui jasa pengiriman kilat dan berasuransi.
 
Lokasi : Penerjemah Tersumpah Bahasa Jerman, Bpk. Akhmad Rabbani
Jl. Damai No. 21, Petukangan RT/02/05 Jakarta Selatan 12270
Email :  akhmadrobani@yahoo.de
Biaya : Rp. 275.000, – per 1 dokumen, sudah termasuk jasa penerjemah + terjemahan  + kopian terjemahan rangkap 2
Proses: tergantung tapi cepat kok, karena saat itu dia akan keluar kota seminggu jadi tertunda seminggu
Dokumen yang dikirimkan untuk diterjemahkan : Buku nikah asli yang sudah dilegalisir di 3 kementrian dan akte kelahiran anak yang sudah dilegalisir
 
 Lalu lakukan legalisir di Kedutaan Jerman dengan membawa :
1. Fotokopi Kartu Identitas Jerman suami/ Ausweis dan Kartu Identitas terdaftar di Universitas Jerman
2. Fotokopi Anmeldenbestätigung/ Bukti suami sudah terdaftar di daerah setempat
3. Fotokopi surat undangan suami yang sudah distempel oleh Ausländerbehörde setempat dimana suami tinggal.
               
Legalisir ini diluar dari appointment apply visa. Aku kesini sempat 2x, yang pertama tidak diperkenankan legalisir karena tidak membawa bukti lengkap kalau suami berada di Jerman (karena tidak tertera syaratnya di web kedutaan) dan ternyata akte kelahiran anak harus di terjemahkan dalam bahasa Jerman baru kemudian di legalisir disini. Petugasnya memberitahukan berkas apa saja yang perlu dilegalisir dan apa yang tidak perlu, seperti akte kelahiranku dan suami tidak perlu dilegalisir. Jadi siapkan dari jauh hari dan pastikan semua dokumen lengkap.
 
Lokasi : Kedutaan Jerman (Bagian Konsuler), Jl. Thamrin 1, Jakarta 10310 (samping Hotel Mandarin) dekat Grand Indonesia.
Waktu berkunjung: Senin-Jumat 08.00 – 11.30 WIB
Biaya: € 25,00/45,00- dibayar dengan Rupiah, usahakan uang cash, jangan lupa cek rate kurs seminggu terakhir, sehingga bisa dikira kira berapa yang harus disiapkan.
Proses : pada hari itu juga bisa diambil
 
5. Mengepack barang barang yang ada di rumah.
Karena kumpul atau tidaknya, kami berniat mengontrakkan rumah yang ada, terlalu besar buat kutinggali sendiri bersama anak anak, walaupun rumah kami juga tidak terlalu besar juga 🙂
 
6. Menyiapkan berkas berkas penting kendaraan roda empat.
Yang sudah diniatkan akan dijual setelah suami berangkat ke Jerman. Aku memakainya sempat beberapa bulan untuk wira wiri keperluan anak anak, kemudian membersihkannya lalu ditutup dan mulai diiklankan di kaskus dan cukup oke juga walaupun ada beberapa sms ngeyel hehehehe bisa juga diiklankan di tokobagus.com
7. Menyiapkan berkas berkas penting kendaraan roda dua yang sudah diniatkan untuk dititip gunakan ke rumah orang tua
Seperti syarat syarat saat akan memperpanjang STNK dan surat kuasa serta KTP asli, karena kan KTP asli juga ga perlu di Jerman.
 
8. Menyiapkan berkas berkas penting Akta Sewa Menyewa Rumah dan surat izin kuasa Sewa Menyewa
Penyewaan rumah aku iklankan melalui jasa online disini dan cukup oke banget, hari itu posting, besoknya ada yang survey dan deal. Urusan rumah bener bener buat pengalaman buatku, sebelumnya pun tetap aku yang urus tapi kali ini sebelum pindah aku sudah niatkan rumah ini untuk di perbaiki beberapa dinding yang rusak serta di cat, yang bocor diperbaiki, dsb waaah pokoknya dah kaya rumah baru deh 🙂 Sehabis menikah ga ada kepikiran perbaikan rumah atau ngecat, selalu ditunda karena kok kayanya kesannya ribet ya, cari tukang dsb dsb, ternyata rumah mau ditinggal malah di cat rapih *gigit bantal*.
 
9. Menyelesaikan urusan RT RW, yang pada saat suami berangkat ke Jerman tahun kedua masa periode suami sebagai Ketua RT dan aku, Ibu RT selaku sekretaris RT juga, karena sesuatu hal. Alhamdulillah saat berakhirnya masa RT, aku mengurus kepindahan dan sudah ada titik terang untuk mendaftar visa kumpul keluarga Jerman di Kedutaan.
 
——–>> Point 5-9 pengalaman pribadi ya, jadi tergantung keperluan masing masing 🙂
 

Hal hal yang aku persiapkan menjelang pendaftaran Visa Kumpul Keluarga Jerman di Kedutaan Jerman Jakarta untuk istri dan 2 orang anak (5 tahun dan 1 tahun) :
 
1. Print out termin/ appointment pendaftaran visa di Kedutaan
 
2. Surat Undangan yang dibuat oleh suami kemudian distempel oleh Ausländerbehörde setempat. Surat ini setelah distempel dikirim langsung oleh suami ke alamat rumah Indonesia untuk aku bawa ke kedutaan.
 
3. Fotokopi Kartu Identitas Jerman suami/ Ausweis dan Kartu Identitas Universitas
 
4. Fotokopi Anmeldenbestätigung/ Bukti suami sudah terdaftar di daerah setempat
 
5. Fotokopi Mietvertrag/ Kontrak sewa menyewa rumah. Pada saat mendaftar petugas akan mengecek luas rumah/ Wohnung yang akan kamu tinggali dan berapa jumlah keluarga yang akan ikut. Pada saat itu mereka juga mempertanyakan luas Wohnung yang akan kami tempati, mereka bilang terlalu kecil, tapi aku menjawab dengan acuan undang undang luas rumah Jerman dengan membawa print out aturan tersebut. Jadi sempet hitung hitungan juga soal luas Wohnung. Hal yang penting saat kita bicara sesuatu disni harus ada pedomannya secara schriftlich atau tertulis, jadi bukan kesannya asal bicara.
 
6. Fotokopi Kelahiran anak yang sudah translete Jerman dan dilegalisasi kedutaan
 
7. Fotokopi Paspor
 
8. Fotokopi Asuransi, bisa menggunakan fotokopi asuransi suami yang sudah berada di Jerman dan bilang kalau akan membuat   asuransi saat tiba di Jerman. Atau bisa mendaftar saat sebelum sampai di Jerman (biasanya ini Privat Versicherung)
 
9. Formulir Pendaftaran Visa, formulir ini akan kamu dapatkan di loket saat petugas kedutaan mengecek semua berkas persyaratan yang dibawa, jadi diisi saat kantor kedutaan
 
10.  Fotokopi Akta Nikah yang sudah dilegalisasi kedutaan
 
11. Bukti Keuangan, saat itu aku lampirkan rekening koran pribadi di Indonesia selama 6 bulan terakhir atas nama aku dan rekening Jerman milik suami.
 
Semua berkas difotokopi 2 eksemplar untuk setiap 1 pendaftar visa, jadi untuk aku 2 eksemplar x 3 pendaftar visa (1 istri dan 2 anak). Jika pada saat mendaftar di Kedutaan, kekurangan berkas fotokopian, bisa fotokopi di Hotel Mandarin Lantai 7, tapi jangan kaget ya sama harganya *bikin mules*, jadi siapkan jauh jauh hari sebelum tanggal appointment visa.
 
Pengajuan berkas persyaratan pendaftaran visa jangan lupa juga untuk membawa berkas asli setiap dokumen, agar saat ditanya dapat diperlihatkan.
 
12. Sertifikat Bahasa Jerman Level A1 yang dikeluarkan oleh Goethe Institut.
Mempersiapkan seertifikat ini, aku mengikuti kursus intensif bahasa Jerman di Goethe Jakarta, waktunya pagi jam 8-12.30  dan setiap hari. Ya memang mau tidak mau harus pagi karena kursus intensif adanya hanya pagi, tidak ada malam. Kalau malam hanya kursus reguler dengan waktu 2-3 bulan untuk 1 level. Informasi lebih lanjut bisa dilihat website http://www.goethe.de/ins/id/id/jak.html . Sebelum di Goethe, aku juga pernah ikutan di LB Fakultas Sastra UI, satu level ditempuh 3 bulan dan mengambil kelas hari sabtu, karena saat itu aku masih kondisi baru melahirkan dan bayiku masih ASI penuh.
 

Proses visa membutuhkan waktu 6 minggu – 3 bulan, semua harus diurus sendiri dan tidak bisa dilakukan oleh suami, karena nanti pihak Ausländerbehörde dari tempat tinggal suami akan memanggil suami untuk konfirmasi berkas yang dikirim dari Jakarta. Jika ihktiar sudah dilakukan, tinggal berdoa semoga lolos mendapatkan visa, tapi ya dari awal proses selalu diiringi dengan doa.

Selama satu tahun berada sendiri dengan 2 anak kecil dan mengurus banyak hal sendiri, menjadi pengalaman berharga untuk persiapan berada di negeri orang yang apa apa pun juga harus sendiri dengan bahasa yang bukan Muttersprache/ bahasa ibu pastinya.

 Dan Alhamdulillah kami mendapatkan visa kumpul keluarga dan berangkat ke Jerman bertiga (aku dan 2 anak) bulan September 2013.
“Tulisan ini aku buat semata mata untuk sharing pengalaman bagi yang sedang membutuhkan infonya, bukan untuk riya apalagi pamer. Karena aku pun pernah di posisi demikian, yang benar benar butuh info lengkap dan memang bisa dibilang tidak mudah. Semoga Bermanfaat :)”

Mannheim Hauptbahhof, Stasiun Kereta Mannheim
 
Terkait Visa Kumpul Keluarga, bisa dibaca juga link link di bawah ini

Save

Save

Save

Save



48 thoughts on “Visa Kumpul Keluarga ke Jerman”

  • Hi mba salam kenal, saya berencana tinggal d jerman karena suami saya sedang kuliah dsana, namun suami saya tidak beasiswa dan belum bekerja, karena visa suami saya full student.. apakah saya akan mengalami kendala yang berart? Apakah jika saya ikut mensertakan rekening bank sebagai uang jaminan saya hidup dsana beserta syarat2 yang lain, memungkinkan saya mendapatkan visa kumpul keluarga?saya benar2 butuh info ini.. terimakasih ya mba :) Fildza
    • Hai mba fildza, salam kenal juga yaaa... Selamat berjuang untuk visa keluarganya 😊👍🏻, dicoba saja mba, penuhi semua syarat yg diminta kedutaan dan lampirkan reening koran mba dan suami, approve atau tidaknya visa tentunya wewenang kedutaan yang menentukan. Tapi inshaaAllah bisa 😉 Salam hangat yaaa dari Jerman 😊
  • Dear Mba Melly, Salam kenal sebelumnya, Saya Aryo berencana kuliah di Goettingen bulan Oktober ini dan Insha Allah keluarga Saya (istri dan seorang anak) akan menyusul. Saya ingin tanya mba mengenai legalisir akte kelahiran: 1. Bagaiamanakah prosedur dan tahapan legalisir akte kelahiran?apakah sama dengan legalisir Buku Nikah (melalui 3 kementrian, translate dan kedubes)? 2. Saya ingin memastikan kalau dari cerita Mba, sebetulnya Akta Kelahiran Orang Dewasa (Suami dan Istri) tidak dibutuhkan ya mba untuk pengajuan visa maupun residence permit?yang dibutuhkan hanya Akta Kelahiran anak saja?CMIIW... Terima Kasih mba untuk informasinya..
    • Salam kenal juga Pak Aryo, 1. Iya sama seperti buku nikah, legalisir akte dilakukan di Kementrian Hukum dan HAM dan Kementerian Luar Negeri, baru kemudian di translete oleh penerjemah bahasa jerman, lalu terakhir legalisir di kedutaan Jerman (dengan membawa bukt fotokopi i surat tinggal suami di Jerman) 2. Benar akte kelahiran orang tua tidak perlu dilegalisir, krn yang dipakai adalah buku nikah yang nantinya di translete Jerman saja. Semoga membantu dan dilancarkan urusannya yaa aamiin Salam hangat untuk keluarga :)
      • Dear Mba Melly, Terimakasih banyak untuk informasinya, sekarang Saya alhamdulillah sudah sampai di Goettingen dan sedang menyiapkan berkas-berkas untuk membawa keluarga. Kalau boleh Saya ingin tanya lagi mba: 1) Berapa luas kamar yang Saya butuhkan untuk membawa seorang Istri dan bayi yang baru berumur 6 bulan?mba tuliskan diatas bahwa peraturan luas rumah terdapat pada undang-undang negara Jerman ya?boleh Saya minta link downloadnya mba?atau tolong dikirmkan ke email Saya aryoaliyudanto@gmail.com. 2) Bolehkah Saya minta juga format Surat Undangan yang dibuat oleh suami mba Melly?dan bagaimana tahapannya agar surat undangan Saya memperoleh stempel dari Ausländerbehörde? 3) Kebetulan Saya juga memperoleh beasiswa yang bukan DAAD mba, lalu bukti keuangan untuk istri dan anak Saya bagaimana ya mba?apakah cukup dengan menunjukkan rekening koran bank di Indonesia atau perlu di-depositkan ke Bank Jerman? 4) Jika Saya hanya tinggal di Jerman kurang dari 1 tahun (karena program Saya double degree dengan Belanda), apakah istri Saya tetap membutuhkan sertifikat A1? 5) Jika Saya menggunakan asuransi privat, apakah istri Saya bisa dibuatkan asuransi publik di Jerman (seperti TK, dll) setelah mereka tiba di Jerman? Mohon maaf sebelumnya mba kalau pertanyaan Saya terlalu banyak hehehe Terima Kasih banyak untuk bantuannya. Salam hangat jg untuk kelurga mba Melly :)
        • Hai Pak Aryo, Waah selamat memulai kehidupan baru di Goettingen ya.... Saya jawab pertanyaannya disini saja ya, siapa tau di luar sana memiliki pertanyaan yang sama seperti Pak Aryo :) 1. Diatas 6 tahun 12 m2, 2-6 tahun 10 m2, 2 tahun ke bawah 0 m2. "Ausreichender Wohnraum, § 29 Abs. 1 Nr. 2 AufenthG (Abgeschlossene Wohnung mit Wohnzim- mer, Küche, Bad, WC und einer Mindesfläche von 12 m2 für Bewohner über sechs Jahren und 10 m 2 unter sechs Jahren)" 2. Tahapannya, setelah mendapat anmeldenbestatigung dan KTP Jerman, bisa tanya ke bagian informasi mengenai "urusan mengundang keluarga ke Jerman" , nanti mereka akan minta surat undangan yang dibuat oleh Pak Aryo. Jika disetujui dalam artian boleh mengundang, baru mereka akan berikan stempel di surat tersebut dan kemudian dikirim ke Indonesia oleh yang bersangkutan (Pak Aryo). Surat Undangan kalau sudah ketemu, inshaaAllah saya kirimkan yaa, karena sudah lama dan tertumpuk berkas yang lain, sayapun lupa dimana. 3. Saat mendaftar visa, tunjukkan saja keduanya, rekening jerman yang pastinya sudah dimiliki Pak Aryo dan rekening istri saat di Indonesia 4. Sertifikat A1 memang syarat untuk visa nasional masuk Jerman, visa tinggal lebih dari 3 bulan. Jadi mau tidak mau harus ambil ujian A1. 5. Tidak bisa, karena pak Aryo sebagai pengundang dan kepala keluarga. Jadi istri akan ikut untuk ambil asuransi privat juga. Semoga membantu yaaa... dan salam kenal :)
  • mba salam kenal, ikut nimbrung...sy paham banget mba gimana rasanya butuh info selengkapnya untuk bisa urus visa ke jerman. sy jd tau bgmn cara mengurus utk visa kumpul keluarga jika pasangan adl warga indonesia. thanks for the share mba :)
    • Salam kenal juga Mba Riri, terimakasih sudah mampir dan bertegur sapa disini, aku seneng sekali jadi punya teman baru ^_^ Iya, kebetulan saat mengurus info tentang ini sedikit sekali, jadi merasa perlu untuk menulis untuk berbagi pengalaman dengan yang lain :) <3
  • Mba Melly, untuk legalisir di kedutaan butuh waktu berapa lama ya? soalnya aku rencana pagi nya legalisir, siangnya langsung apply visa keatas. Bisa ga ya kira2?
    • Hai Gina, Legalisir kedutaan sebenarnya ga lama dan langsung ditunggu, saat itu juga selesai, hanya antriannya bisa jadi butuh waktu lama. Kalau boleh kasih saran, sebaiknya di hari yang berbeda jadi tenang dan ga merasa was was legalisir belom selesai sedangkan sudah harus ke atas untuk daftar visa. Sedangkan termin visa kan min 1-2 bulan buat appointmentnya. Semoga lancar yaaa urusannyaaa
  • Salam mba Info lagi tentang A1 ijazah itu salah satu dari persyratan ya mba atau optional? Apakah hanya A1 1 yg mba maksud atau harus lebih levelnya? Ditunggu infonya mba sebelum saya daftar ke GI terima kasih
    • Salam kenal mba yuni :) Ijazah Bahasa Jerman A1, salah satu syarat daftar Visa di kedutaan Jerman untuk Visa Nasional atau Visa lebih dari 3 bulan. Ujian A1 materinya terdiri dari level A1.1 - A1.3 Lancar dan sukses slalu yaaa....
      • Mba Melly boleh kah tanya kembali kali ini saya mau nanya saat interview nanti di kedutaan apakah anak anak (anak ke 1 umur 11 th yang ke 2 umur 3 th) harus ikut serta dalam proses interviewnya? Semoga mba gak repot ta dengan pertanyaan saya mskasih mbs Melly
        • Hai Mba Yuni, kebetulan saya ke kedutaan 2x, yang pertama saat berkas saya ditolak dan harus buat termin baru lagi. Kedatangan saya yang pertama, saya bawa 2 anak lengkap dan disarankan untuk berikutnya saya tidak perlu membawa anak lagi. Kedatangan berikutnya, kedua, 2-3 bulan setelah yang pertama, saat masuk di cek aplikasi saya untuk 3 orang dan ditanya lagi kenapa anaknya ga dibawa, seharusnya dibawa, lalu dijawab saja kalau sebelumnya saya disarankan untuk TIDAK membawa anak. Jadi saya tidak bisa memutuskan bisa membawa atau tidak, melainkan memberikan gambaran yang sudah pernah saya alami. Saya hanya bisa kasih saran, untuk membawa anak anak dan pendamping di luar, jadi jika anak anak tidak perlu masuk, bisa diajak keluar bersama pendamping sementara mba Yuni mengurus Visa di atas.
  • Salam mba Mel, Suka sekali dengan tulisanya soal kumpul keluarga ini. Mba tanys boleh ya kebetulan aku juga rencana first time ke German Untuk kumpul keluarga (ikut suami) bulan ini dan pake airlines yg sama yg mba gunakan. Ak tanya sj mba waktu booking tiket dl mba one way kan ya ? Soalnya ak takut pada saat chek in bisa ada masalah . Mohon shared infonya ya mba .. Terima kasih, Lina
    • Salam kenal Mba Lina :) Terimakasih, semoga tuisannya bermanfaat. Iya saya berangkat dari Indonesia dengan maskapai Emirates One way. Membeli secara online dan berangkat dengan membawa hasil print tiket. InshaaAllah tidak ada masalah mba kalau sesuai dengan prosedur dan membawa bukti tiket untuk di scan dan cek saat check in. Semoga lancar perjalannya yaaa... rencananya tinggal di kota apa mba lina?
  • Hallo mba Mel, Iya mba Amiin semoga lancar dan diberikan kemudahan :) Nantinya aku tinggal di kota Hamburg mba, InsyaAllah 2 minggu lg brangkat. Terima kasih buat sharingnya ya Mba ^^ salam, Lina
  • Dear Mbak Melly, Tulisannya keren, sangat lengkap memberikan info bagi kami yang berencana mengurus visa kumpul keluarga. Kebetulan suami saya mendapatkan beasiswa untuk studi S3 dan InsyaAllah akan berangkat pertengahan tahun ini. Rencananya saya dan anak-anak hendak menyusul. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan terkait persyaratan visa kumpul keluarga: 1. Akta lahir anak, apakah yang dilegalisasi fotocopian-nya ataukah yang aslinya? 2. Jika mbak Melly tidakkeberatan, bolehkah saya tahu berapa uang jaminan yang disyaratkan ada di bank Jerman agar bisa mengajukan visa kumpul keluarga? Kebetulan nanti saya juga rencana membawa 2 anak. 3. Untuk anak di atas usia 5 tahun, apakah ada permintaan sertifikat kemampuan bahasa? Anak pertama mungkin akan berusia lebih dari 5 tahun ketika kami berencana menyusul ke Jerman. 4. Adakah aturan waktu minimal untuk dapat menyusul suami ke Jerman? Maaf mbak jika kebanyakan tanya :D
    • Hai Mba Palupi, terimakasih, semoga bermanfaat :) 1. Yang di legalisir akte asli di bagian belakang. Legalisir kedutaan di akte yang sudah di translete bahasa Jerman 2. Uang jaminan di Bank tidak ditentukan oleh pihak kedutaan secara tertulis. Saya mengacu ke syarat biaya jaminan bagi mahasiswa s1 yang ingin bersekolah ke jerman, setau saya sekitar 100 jt atau 8000eur 3. Yang ini saya kurang faham karena tidak ada pengalaman, jadi tidak berani menjawab. Maaf tidak bisa membantu. Jika berkenan saat mengurus nanti mendapatkan jawaban yang akurat, boleh di share di sini ya mba ;) 4. Waktu minimal ini bagaimana ya? saya menyusul ke Jerman, saat suami sudah berada di Jerman selama 1 tahun. Semoga dilancarkan urusannya ya mba dan segera berkumpul bersama keluarga <3 <3 <3
  • Dear Mbak Melly, Tulisannya keren, sangat lengkap memberikan info bagi kami yang berencana mengurus visa kumpul keluarga. Kebetulan suami saya mendapatkan beasiswa untuk studi S3 dan InsyaAllah akan berangkat pertengahan tahun ini. Rencananya saya dan anak-anak hendak menyusul. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan terkait persyaratan visa kumpul keluarga: 1. Akta lahir anak, apakah yang dilegalisasi fotocopian-nya ataukah yang aslinya? 2. Jika mbak Melly tidakkeberatan, bolehkah saya tahu berapa uang jaminan yang disyaratkan ada di bank Jerman agar bisa mengajukan visa kumpul keluarga? Kebetulan nanti saya juga rencana membawa 2 anak. 3. Untuk anak di atas usia 5 tahun, apakah ada permintaan sertifikat kemampuan bahasa? Anak pertama mungkin akan berusia lebih dari 5 tahun ketika kami berencana menyusul ke Jerman. 4. Adakah aturan waktu minimal untuk dapat menyusul suami ke Jerman? Maaf mbak jika kebanyakan tanya :D Terimakasih sebelumnya.
  • Dear Mbak Melly, Tulisannya keren, sangat lengkap memberikan info bagi kami yang berencana mengurus visa kumpul keluarga. Kebetulan suami saya mendapatkan beasiswa untuk studi S3 dan InsyaAllah akan berangkat pertengahan tahun ini. Rencananya saya dan anak-anak hendak menyusul. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan terkait persyaratan visa kumpul keluarga: 1. Akta lahir anak, apakah yang dilegalisasi fotocopian-nya ataukah yang aslinya? 2. Jika mbak Melly tidakkeberatan, bolehkah saya tahu berapa uang jaminan yang disyaratkan ada di bank Jerman agar bisa mengajukan visa kumpul keluarga? Kebetulan nanti saya juga rencana membawa 2 anak. 3. Untuk anak di atas usia 5 tahun, apakah ada permintaan sertifikat kemampuan bahasa? Anak pertama mungkin akan berusia lebih dari 5 tahun ketika kami berencana menyusul ke Jerman. 4. Adakah aturan waktu minimal untuk dapat menyusul suami ke Jerman? Maaf mbak jika kebanyakan tanya :D
  • Waah hebat mba, bisa urus semuanya sendiri plus bawa 2 anak berangkat kesana.. salutt. Ada tips dan triknya ngga mba, untuk persiapan bawa anak kecil apa aja? Anakku baru 1 sih, sekarang umurnya 14 bulan. Nanti sekitar Agustus/September mau nyusul papanya ke Aachen. Oia kalo akta lahir anak urutan legalisirnya gimana ya? Langsung ke Kemenkumham? Makasih banyak sebelumnya 😊
  • Bismillah, Dear Mbak Melly, Terimakasih banyak atas feedback yang mbak Melly berikan, sangat membantu saya dalam menyiapkan dokumen pengajuan visa kumpul keluarga. Oya mbak, saya hendak bertanya lagi mengenai dokumen yang harus disiapkan 1. Apakah rekening koran yang Mbak Melly sertakan pada saat pengajuan visa berasal dari tabungan di Deutsch Bank atau dari bank Indonesia (misal Mandiri, BNI, atau BRI)? Kisaran 8000euro tersebut apakah merupakan dana gabungan dari rekening suami dan mbak Melly? 2. Berapa lamakah masa ijin tinggal anggota keluarga, apakah ijin tinggal disana mengikuti lamanya ijin tinggal suami atau bagaimana ya mbak? Mohon sharingnya ya mbak. Terimakasih :)
    • Tidak perlu mba. Tidak ada syarat tersebut yang tertera di website kedutaan. Saya memesan tiket pesawat setelah ada keputusan mendapatkan Visa kumpul keluarga Jerman. Semoga dilancarkan urusannya ya mbaaa...
  • mba,salam kenal... alhamdulillah suami saya mendapatkan beasiswa dr DAAD utk doctoral... saya mau tanya,klo utk beasiswa DAAD apakah saya juga harus melampirkan uang jaminan untuk belajar di jerman... apakah harus punya sertifikat bahasa a1 juga? karena saya baca2 ada yang bilang keluarga penerima beasiswa DAAD akan belajar bahasa di jerman... terima kasih sebelumnya
    • Salam kenal Mba Suci, saya tidak begitu pengalaman ya dengan beasiswa DAAD. Tapi sepengetahuan saya, ada surat dari pihak DAAD untuk membawa keluarga tidak perlu ada jaminan keuangan dan sertifikat A1. Karena DAAD memberikan tunjangan keluarga untuk hidup di Jerman. Untuk sertifikat A1, bisa ditanyakan langsung ke kedutaan via email, biar lebih yakin. Kalau sudah ada jawabannya, boleh di share di sini ya Mba Suci. Terimakasih. Semoga lancar urusannya dan segera berkumpul dengan keluarga :)
      • makasih ya mba atas info nya... makasih juga doanya... insyaallah nanti saya akan share ke mba pengalaman saya ngurus visa kumpul keluarganya DAAD niar bisa bantu yang lainnya juga ☺
      • makasih ya mba atas info nya... makasih juga doanya... insyaallah nanti saya akan share ke mba pengalaman saya ngurus visa kumpul keluarganya DAAD supaya bisa bantu yang lainnya juga ☺
  • mba melly... boleh tanya lagi ya... mba,apakah buku nikah dan akte kelahiran harus diterjemagkan ke bahasa jerman apabila sdh ada terjemahan b.inggrisnya? saya bingung krn disatu pengumuman ditulis diterjemahkan ke dalam bahasa jerman,dipengumuman lainnya tertulis dokumen diterjemagkan ke bhs jerman kecuali yg berbahasa inggris... terimakasih sebelumnya
    • Sepertinya kalau sudah dalam bahasa Inggris gapapa sih mba. Bisa tanya ke kedutaan saat minta legalisir (legalisir kan tanpa membuat appointment). Kalau pendapat saya, dalam pengalaman saya hidup di sini, diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman lebih baik dan mudah untuk mengurus sesuatu, dan lebih cepat. Karena penggunaan bahasa Inggris tidak lazim, kecuali tinggal di kota yang besar dan memang banyak warga pendatang asal US atau UK.
      • oh gitu ya mba... berarti lebih baik diterjemahkan... makasih ya mba... mba,saya baru ngeh dg tulisan mba bahwa nama di buku nikah harus sama dg nama di akta...masalahnya nama suami saya ada singkatan didepan... klo begitu bagaimana ya mba?apa saya harus ngurus surat keterangan nama di kelurahan?maaf ya mba saya banyak tanya... terimakasih
      • oh gitu ya mba... lebih baik saya translate ke jerman aja ya biar ga sukit nantinya... oia mba,saya baru ngeh dg masalah nama di buku nikah.kebetulan nama suami saya disingkat dibagian depan sehingga beda dg namanya di akta yg tidak disingkat.klo begini apa saya harus membuat surat keterangan mengenai nama ya mba?maaf ya mba saya banyak tanya... terimakasih sebelumnya
        • Iya lebih baik translete Jerman lagi, daripada nanti harus translete lagi di sini. Usahakan urus ke KUA tempat dikeluarkannya buku nikah mba, nanti mereka akan beri keterangan perubahan. Lampirkan saja akte lahi yg sah dan yang bersangkutan juga datang. Sama sama, semoga membantu dan dimudahkan urusannya yaaa....
          • mba melly kmrn saya sudah ke KUA,saya sudah bilang sama petugasnya untuk keperluan visa kumpul keluarga di jerman tapi petugasnya sama sekali tidak mengecek nama suami.langsug saja dikasih legalisirnya.saya jd bingung dan khawatir.takutnya nanti saat didepartemen baru bermasalah.tapi saya mau datang lagi ke sana.berarti klo buku nikah saya diberikan keterangan perubahan akta kelahiran anak saya harus dirubah juga ya mba?sekali lagi maaf ya mba banyak tanya
          • Wah semuanya berbeda mba? Lebih amannya begitu ya. Perubahan semua nama. Karena saya yg salah di akta nikah saja, yg lain semua mengikuti nama akta kelahiran, termasuk nama saya di akta anak2. Lebih baik repot di awal mba, gapapa. Biar nanti saat di sini sudah ga ada perbedaan lagi. Untuk KUA, tunjukkan saja akta lahir suami dg nama yg benar, biasanya dia akan paraf saja di akta nikah. Karena akta nikah ndak ada buku pengganti (waktu saya mengurus)
  • Bismillah... Mbak Melly, maaf mau tanya lagi. Ketika datang pada saat pengajuan visa di Kedubes Jerman, apakah KEDUA orang tuah harus hadir untuk ajuan visa anak-anak? Saya baca dalam aturannya harus kedua orang tua hadir. Namun kabarnya boleh juga orang tua yang sedang di Jerman memberi surat kuasa. Waktu pengajuan visa anak-anak Mbak Melly, apakah suami juga hadir? Terimakasih banyak Mbak.
  • Bismillah... Mbak Melly, waktu mengajukan visa kumpul keluarga, apa suami ikut hadir? Karena saya baca syarat pengajuan visa anak, kedua orang tua harus hadir. Mohon infonya. Terimakasih
    • Assalammualaikum Mba Palupi, saat saya mengurus, hanya saya yang hadir. Suami tetap berada di Jerman. Ini juga sudah saya tuliskan di atas. Semoga membantu

Leave a Reply


error: Content is protected !!