Kehamilan di luar kandungan…. Hati hati !! 1

Kali ini pengen bahas kesehatan *iseng di RS sendirian 🙁 * . Tepat hari sabtu 18/12/10, sepulang dari pengajian rutin RW, aku pulang dari masjid, sambil jalan tiba2 perut bagian bawah terasa sakt hebat hingga ke bagian panggul belkang, *dalam hati* ahhh kali mw emPup kali yee :P, sampe rumah guling2 ga karuan dan ilang rasa mPup nya, apa mgkn masuk angin yak?? 

Ternyata badan terus menunjukkan kurva anjlok ke bawah, makin lemess lemeess dan lemeeesss…. 
Ya Allah, kenapa ini?? besok minggu, mw ada acara masak bareng lagih, dah nyiapin bahan padahal. Kebayang donk, nikmatnya tekwan sueger n cake kukus kagak jadi santapan hari minggu, hiksss (Tetep cuma baking yang ingin dilakukan :P)


Badan gak mw dirasa lemess, akhirnya ikutan nimbrung deh nonton TV, tiba2…… OH NO !!!!! Aku mengalami pendarahan….. baru kali ini mengalami. Yang hanya terpikir olehku adalah “Jangan bikin panik orang serumah” ayo mell, tetap tenang…u’ll be ok!


Perut bagian bawah makin sakit gak karuan, ternyta darah tetep keluar, badan makin lemesss….
Akhirnya mengangguk berat ke ayah, yang dari tadi dah bujuk2 berangkat ke RS. Berangkatlah kita se kel ke RS terdekat, RSIA HGA Depok. Masuk IGD dengan pertanyaan2 dokter soal keluhan yang aku rasa. Aku inisiatif minta dioper ke S.POG, karena yang terasa sakit adalah bagian bawah, takut ada apa2 dengan IUD yang aku gunakan. 


Saat di ruang dokter spesialis, di USG, IUD terlihat pada tempatnya, namun ketidaknormalan masih tak terlihat, akhirnya tran- vaginal (ehhhh apa lg niii???? baru kali ini periksa sampe trans vaginal begini). Hasill trans vaginal menunjukkan adanya pendarahan di dalam, dan hal ini sangat membahayakan. Kalau sampe pecah dan pendarahan hebat di dalam sana, aku bs kekurangan darah n lewat tinggal nama. Kemungkinan yang terjadi ada 2:
1). ada kehamilan di luar kandungan/ rahim
2). ada corpus bagian rahim yang pecah *jangan tanya corpus yaaa, aye kagak tau, googling ajeh =P*


Nah untuk mengetahui yang 1), aku cek urine, tes kehamilan. Makin bingung deh guwe??? lha wong selesai menstruasi bru selasa, sekarang sabtu, emang bakal positif ya?? Ternyata Kuasa Illahi, tak ada yang tak mungkin. aku positif hamil, tepatnya hamil ektopik, alias hamil di luar kandungan.


diambil dari http://www.irishhealth.com/article.html?level=4&con=73 (Pantang bagi guwe nyaplok gambar tanpa memberikan sumber, soalnya taulah take, edit, watermark foto ntuuu butuh waktu, lha?? *curcol)



Jadi ternyta guwe hamil, dan pembuahan terjadi di luar kandungan tepatnya di tuba. Akhirnya jam 11 malam diatur jadwal operasi cesar buat angkat hasil pembuahan di tuba. Ya Allah, bener2 besar cobaanMu untukku….. Semoga semua ini kau berikan sebagai penghapus dosa dan membuatku menemukan kemudahan dalam menjalankan sebagai seorang istri, anak. ibu, saudara, kakak, adik, guru bagi semua yang kusayang 🙂 Amiiinnn YRA. 

Yang pasti, kudu puasa lagi demi limaratusDe :(( Huahuahuahuuuhuhuhuhuhuhuhuhu *nangis bombayyy


Jam 11 malam mulai operasi, lgsg deh de javu, di tempat yang sama, jam yang sama, hari sabtu yang sama dengan tanggal berbeda, 4 Mei lalu, aku menjalankan operasi pertama buat Fio, anakku pertama. Semoga yang kedua ini merupakan tabunganku di akherat sana….


Jam 2 malam pindah ke kamar inap, 1 x 24 jam harus berbaring. Liat si kecil berkunjung tanpa bisa uwel2an, rasanya kangen sekalli melewati liburan kali ini dengan kondisi seperti ini :((


Repost dari : http://cakmoki86.wordpress.com/2007/02/07/hamil-di-luar-kandungan/

DEFINISI
Kehamilan di luar kandungan adalah kehamilan dimana sel telur (ovum) yang sudah dibuahi (oleh spermatozoon) tidak berada (implantasi) di rongga rahim (endometrium).
Lha terus lari kemana hasil pembuahan tersebut, tersesat kemana ?
Mari kita simak tempat-tempat nya.
Berdasarkan tempatnya, kehamilan di luar kandungan terdiri dari:
  • Kehamilan Tuba (berkisar 95-98%). Kahamilan di tuba adalah tempat paling favorit terjadinya kehamilan di luar kandungan. Bisa dibayangkan bagaimana resikonya, si jabang tumbuh dan berkembang di saluran penghubung antara rongga rahim dengan indung telur (ovarium) yang hanya sebesar pangkal lidi atau kira-kira mirip karet pèntil . Hiy,tentu mudah pecah, perdarahan di dalam tanpa diketahui. Perdarahan tersebab pecahnya pembuluh nadi (arteri) kecil bukan netes, tapi mancur.
  • Kehamilan pada leher rahim (servikalis) dan tanduk rahim (kornual). Masih di bagian rahim tetapi tidak di dalam rongga rahim. Leher rahim dan tanduk (kornu) adalah salah satu bagian rahim yang sempit, bukan tempat ideal untuk pertumbuhan bayi.
  • Kehamilan indung telur (ovarium). Organ pemroduksi sel telur (ovum) ini kecil, jumlahnya ada 2 di ujung tuba kanan dan kiri, bukan tempat pertumbuhan bayi.
  • Kehamilan jaringan ikat rahim (intra ligamenter). Gimana jika bayi tumbuh di jaringan yang alot, nggak ideal kan ?
  • Kehamilan rongga perut (abdomen). Maksudnya bukan lambung lho, halah koq sulit sih meng-indonesiakan. Begini deh, rongga perut (abdomen) itu adalah rongga di bagian tengah tubuh yang berisi: liver (hati), lambung dan rangkaian ususnya, limpa, sepasang ginjal, lalu turun ke bawah berisi organ reproduksi.
  • Nah kehamilan di luar kandungan bisa nyasar juga ke rongga perut sekitar wilayah rahim namun persentasinya amat kecil.
  • Kehamilan kombinasi. Maksudnya ada dua kehamilan, yang satu kehamilan di luar kandungan, satunya lagi kehamilan dalam rahim secara bersamaan. Tentu presentasenya juga amat kecil.
FAKTOR PENYEBAB
Kehamilan di luar kandungan dapat terjadi karena gangguan transport hasil pembuahan dari tuba ke rongga rahim. Dapat pula sebagai akibat kelainan hasil pembuahan itu sendiri yang memang memiliki potensi kehamilan di luar kandungan.
catatan:
Pembuahan, yakni bertemunya benih pria (spermatozoon) dengan sel telur (ovum) terjadi di tuba. Setelah itu hasil pembuahan (konsepsi) berjalan menuju rongga rahim. nah di rongga rahim inilah tempat tumbuh dan berkembang si jabang bayi.


Berdasarkan penyebabnya, kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik) dibagi 3, antara lain:
  1. Gangguan transport hasil pembuahan. Gangguan ini dapat disebabkan oleh: radang panggul, alat kontrasepsi dalam rahim, penyempitan tuba, dan lain-lain.
  2. Kelainan hormonal
  3. Penyebab lain, yang masih diperdebatkan, misalnya: endometriosis(penyimpangan pembentuk jaringan rahim, gitu aja ya), cacat bawaan, kualitas sperma dan lain-lain.
GEJALA
Tanda-tanda kehamilan di luar kandungan beragam. Untuk mudahnya, ada dua jenis:
  1. Kehamilan di luar kandungan belum terganggu. Pada fase ini gejalanya sama dengan kehamilan normal, terlambat haid, mual., muntah dan lain-lain.Tanda khas yang sering adalah: terlambat haid, perdarahan dan nyeri perut bagian bawah.
  2. Kehamilan di luar kandungan terganggu (kehamilan ektopik terganggu). ada fase ini, selain tanda di atas, terdapat gejala nyeri perut bawah yang amat sangat secara mendadak, lalu terjadi syok sebagai akibat pecahnya kehamilan ektopik dan gangguan keseimbangan aliran darah (hemodinamik).

PENGOBATAN
Pertolongan harus segera, yang paling penting adalah membawa ke RS untuk stabilisasi penderita.

Okelah segitu ajah repostnya, mw lengkap silahkan ke web terkait, berhubung bukan dokter, jd ga bs ulas banyak2, tapi klo tanya kue, dikit2 bisa laahhh 😀
Happy holiday 🙂 *yang masih jg sendirian di RS*



0 thoughts on “Kehamilan di luar kandungan…. Hati hati !! 1”

  • yg diangkat itu janinnya aja ato termasuk tuba falopi nya juga?
    mudah2an cepet sembuh deh mel, sorry belum sempet nengokin. kalo emang nanti fio ditakdirkan punya adik, insyaAllah ada.
  • asslmkm,,,,
    Sorry mba...w bru tau klo u skit....maklum lgi sbuk sndiri,,,,:-(
    agaknya gw jg msti kontrol nih,,itu yg w rasain blkangan ini...do'ain supaya ngk terjdi hal2 aneh ya....
    Skali maaf ya klo w bru tau u skit...
  • Ga sengaja nemu blog ini yg persis banget dengan kejadian yg baru saya alami 2 hari yl. Akhirnya salah satu indung telur say harus di hilangkan karena kehamilan ektopik nya terjadi disitu. Mudah2an yg satunya lg bisa berfungsi dengan baik. Oh ya krn ini post mba melly yg lama, bgmn skrg kondisi mba melly? thanks for sharing
  • @shanti : hai santi, wah semoga lancar ya setelah operasi dsb nya...

    Pasca operasi hamil ektopik ini, saya hanya pasrah kapan akan diberi momongan lagi an gak ada keinginan menggunakan KB lagi. Alhamdulillah 6 bulan persis setelah operasi, aku hamil dan sekarang anaknya sudah 2.5 th, lahir dengan normal alhamdulillah, walaupun sempat dengan dokter pertama(trisemester pertama dan kedua)dibilang harus sc karena anak pertama sc dan 6 bulan sebelum hamil sc lagi karena ektopik.

    Semoga makin sehat ya untuk mba shanti :)

Leave a Reply


error: Content is protected !!